Cari

Petugas penyelamat Ukraina bekerja di lokasi serangan Rusia terhadap kawasan permukiman di pusat kota Odesa, Ukraina, 9 Agustus 2026. Petugas penyelamat Ukraina bekerja di lokasi serangan Rusia terhadap kawasan permukiman di pusat kota Odesa, Ukraina, 9 Agustus 2026.  

Paus: Hentikan Spiral Kekerasan dan Beri Ruang bagi Diplomasi

Usai mengucapkan doa Angelus, Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinannya atas kekerasan yang terus berlangsung di Sudan, Ukraina, dan Rusia. Ia menyerukan pertobatan “bagi mereka yang menebarkan kekerasan” dan diakhirinya “jumlah korban sipil yang terus bertambah”.

Oleh Kielce Gussie

Setelah mendaraskan doa Angelus pada Minggu, Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang terus berlangsung di Sudan, khususnya di kota el-Obeid.

“Sambil menyatakan kedekatan spiritual saya dengan seluruh rakyat negeri tersebut, saya kembali menyerukan kepada mereka yang berwenang untuk menjamin koridor-koridor kemanusiaan bagi penduduk sipil,” tegasnya.

Pada saat yang sama, Paus menyerukan kepada komunitas internasional “untuk mendukung berbagai upaya yang bertujuan mewujudkan gencatan senjata segera”.

Bagian dalam Bank Pertanian Sudan yang rusak setelah dilaporkan menjadi sasaran Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di el-Obeid pada 27 Juli 2026.
Bagian dalam Bank Pertanian Sudan yang rusak setelah dilaporkan menjadi sasaran Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di el-Obeid pada 27 Juli 2026.   (AFP or licensors)

Paus mengajak semua orang untuk berdoa agar Tuhan mendukung dan menguatkan mereka yang menderita, “mempertobatkan hati mereka yang menebarkan kekerasan, dan menganugerahkan perdamaian yang telah lama dinantikan”.

Mencegah Bencana Kemanusiaan Berikutnya

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan masyarakat internasional bahwa el-Obeid berada dalam bahaya menjadi bencana kemanusiaan berikutnya di Sudan.

Anak-anak Sudan berusaha mengambil sisa makanan dari sebuah panci kosong di kamp pengungsian dekat kota el-Obeid.
Anak-anak Sudan berusaha mengambil sisa makanan dari sebuah panci kosong di kamp pengungsian dekat kota el-Obeid.   (AFP or licensors)

Masyarakat dilaporkan mulai kehabisan makanan, air, dan persediaan medis setelah berbulan-bulan berada dalam kepungan. Serangan pesawat nirawak terus terjadi dan kekerasan seksual semakin sering dilaporkan.

Pertempuran terus berlangsung di dalam dan sekitar ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara. El-Obeid terletak di sepanjang koridor strategis di Sudan bagian tengah dan berada di jalur menuju wilayah Darfur di bagian barat negara tersebut.

Lebih dari 14 juta orang telah mengungsi di seluruh Sudan dan jutaan lainnya hidup dalam kelaparan setelah tiga tahun konflik.

09 Aug 2026, 12:48