Paus: Hentikan Spiral Kekerasan dan Beri Ruang bagi Diplomasi
Oleh Kielce Gussie
Setelah mendaraskan doa Angelus pada Minggu, Paus Leo XIV mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang terus berlangsung di Sudan, khususnya di kota el-Obeid.
“Sambil menyatakan kedekatan spiritual saya dengan seluruh rakyat negeri tersebut, saya kembali menyerukan kepada mereka yang berwenang untuk menjamin koridor-koridor kemanusiaan bagi penduduk sipil,” tegasnya.
Pada saat yang sama, Paus menyerukan kepada komunitas internasional “untuk mendukung berbagai upaya yang bertujuan mewujudkan gencatan senjata segera”.
Paus mengajak semua orang untuk berdoa agar Tuhan mendukung dan menguatkan mereka yang menderita, “mempertobatkan hati mereka yang menebarkan kekerasan, dan menganugerahkan perdamaian yang telah lama dinantikan”.
Mencegah Bencana Kemanusiaan Berikutnya
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan masyarakat internasional bahwa el-Obeid berada dalam bahaya menjadi bencana kemanusiaan berikutnya di Sudan.
Masyarakat dilaporkan mulai kehabisan makanan, air, dan persediaan medis setelah berbulan-bulan berada dalam kepungan. Serangan pesawat nirawak terus terjadi dan kekerasan seksual semakin sering dilaporkan.
Pertempuran terus berlangsung di dalam dan sekitar ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara. El-Obeid terletak di sepanjang koridor strategis di Sudan bagian tengah dan berada di jalur menuju wilayah Darfur di bagian barat negara tersebut.
Lebih dari 14 juta orang telah mengungsi di seluruh Sudan dan jutaan lainnya hidup dalam kelaparan setelah tiga tahun konflik.
