Paus Leo XIV menyampaikan pidato kepada para hadirin yang berkumpul di National Constitution Center di Philadelphia saat menerima Liberty Medal ke-38, menjelang peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. Paus Leo XIV menyampaikan pidato kepada para hadirin yang berkumpul di National Constitution Center di Philadelphia saat menerima Liberty Medal ke-38, menjelang peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat. 

Paus Leo XIV Yakinkan Doa bagi Rakyat Amerika pada Peringatan 250 Tahun Berdirinya Amerika Serikat

Paus Leo XIV menyampaikan doa dan harapannya bagi seluruh rakyat Amerika Serikat dalam sebuah surat yang diterbitkan untuk memperingati 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026. Dalam pesannya, Paus berharap agar “Semangat 1776” terus menginspirasi harapan dan persatuan bangsa Amerika di masa depan.

Oleh Deborah Castellano Lubov

“Semoga Semangat 1776 terus menginspirasi harapan dan persatuan ketika Amerika Serikat melangkah menuju masa depannya.”

Demikian salah satu pesan utama Paus Leo XIV dalam surat yang dikirimkan untuk memperingati 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang berlangsung pada 4 Juli 1776.

BACA PIDATO PAUS LEO KEPADA MASYARAKAT AMERIKA

Dalam surat tersebut, Paus kelahiran Amerika Serikat itu merefleksikan berbagai prinsip yang telah membentuk perjalanan bangsa Amerika selama dua setengah abad, terutama kebebasan beragama dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Tonggak Bersejarah Bangsa Amerika

Paus menyebut peringatan 250 tahun kemerdekaan sebagai tonggak penting dalam sejarah Amerika Serikat.

Menurutnya, Deklarasi Kemerdekaan telah memberikan suara yang abadi bagi nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, pencarian kebahagiaan, keadilan, dan pemerintahan demokratis yang dijalankan oleh rakyat.

Selama 250 tahun terakhir, berbagai generasi warga Amerika telah berupaya mewujudkan cita-cita tersebut melalui pengorbanan, pelayanan, inovasi, dan partisipasi dalam kehidupan sipil.

Peringatan ini, kata Paus, bukan hanya kesempatan untuk merayakan perjalanan bangsa yang luar biasa, tetapi juga momen untuk merenungkan tanggung jawab yang dimiliki warga negara terhadap sesama dan generasi mendatang.

Kebebasan Beragama sebagai Nilai Fundamental

“Kebebasan beragama adalah hak setiap orang untuk beribadah sesuai suara hati dan menjalankan imannya secara terbuka tanpa paksaan ataupun rasa takut,” tulis Paus.

Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut telah lama menjadi bagian penting dari janji dan identitas Amerika, sekaligus melindungi martabat pribadi serta memungkinkan masyarakat yang beragam hidup berdampingan secara damai.

Menurut Paus, kebebasan beragama juga memungkinkan Gereja Katolik berkembang dan berkontribusi secara luas dalam kehidupan masyarakat Amerika.

Iman Memperkuat Tanggung Jawab sebagai Warga Negara

Dalam suratnya, Paus menekankan bahwa iman Kristiani tidak mengurangi tanggung jawab kewargaan, melainkan justru memperkuatnya.

“Sebagai putra-putri Gereja yang setia, umat Katolik dipanggil untuk menghadirkan kasih Kristus dalam setiap dimensi kehidupan mereka dan menghidupi Injil dalam realitas sehari-hari,” tulisnya.

Paus mengingatkan bahwa kesaksian iman telah menginspirasi berbagai kontribusi Gereja dalam bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, dan upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Ia juga mengutip ensiklik Sapientiae Christianae karya Paus Leo XIII yang menyatakan bahwa tidak ada warga negara yang lebih baik daripada seorang Kristiani yang menyadari tanggung jawabnya.

Martabat Setiap Kehidupan Manusia

Paus Leo XIV kembali menegaskan ajaran Gereja mengenai martabat manusia.

Menurutnya, setiap kehidupan manusia memiliki nilai yang melekat dan tidak dapat diganggu gugat karena berasal dari Allah sendiri.

Karena itu, penghormatan terhadap martabat manusia harus diwujudkan melalui perlindungan kehidupan sejak pembuahan hingga kematian alami.

“Pemahaman yang utuh tentang martabat manusia menuntun kita untuk menjaga kehidupan sejak awal keberadaannya hingga akhir yang alami, serta membangun masyarakat yang selalu memperhatikan mereka yang rentan, menderita, dan terlupakan,” tulis Paus.

Menghargai Peran Para Migran

Dalam surat tersebut, Paus juga menyoroti pentingnya menerima dan melindungi para migran.

Ia mengingatkan bahwa sejarah Amerika Serikat dibentuk oleh pengorbanan dan kontribusi para imigran dari berbagai penjuru dunia.

“Dalam setiap generasi, mereka yang datang mencari kebebasan, kesempatan, dan tempat untuk membangun kehidupan telah turut membentuk karakter bangsa ini,” tulisnya.

Menurut Paus, menyambut para migran dengan belas kasih dan kemurahan hati bukan hanya tindakan amal, tetapi juga pengakuan atas martabat setiap pribadi manusia.

Menghadapi Tantangan Global Bersama

Mengacu pada ensikliknya Magnifica Humanitas, Paus menegaskan bahwa tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan secara individual.

Ia menekankan pentingnya kerja sama, solidaritas, dan tanggung jawab bersama untuk membangun dunia yang memungkinkan setiap orang berkembang secara utuh.

“Membangun dunia di mana setiap orang dapat berkembang membutuhkan keberanian dan tanggung jawab bersama. Tidak seorang pun mampu menanggung sendiri beban berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini,” tulisnya.

Memperbarui Komitmen terhadap Persatuan

Menjelang akhir suratnya, Paus Leo XIV mengajak rakyat Amerika untuk menjadikan peringatan 250 tahun kemerdekaan sebagai kesempatan memperbarui komitmen terhadap kebebasan, kesempatan yang setara, dan demokrasi.

Ia berharap warga Amerika menghormati keberanian dan visi para pendiri bangsa dengan memperkuat komunitas mereka, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama demi membangun persatuan yang lebih sempurna.

Paus menutup suratnya dengan mempercayakan seluruh rakyat Amerika Serikat kepada perlindungan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, pelindung Amerika Serikat, seraya berdoa agar Bunda Maria terus menjaga bangsa tersebut dan semua yang tinggal di dalamnya.

04 Jul 2026, 10:50