Cari

Paus Leo XIV menerima penghargaan Liberty Medal 2026 Paus Leo XIV menerima penghargaan Liberty Medal 2026   (@Vatican Media)

Paus Leo XIV Terima Liberty Medal, Serukan Komitmen Baru pada Nilai Kehidupan dan Kebebasan

Paus Leo XIV menerima penghargaan bergengsi berupa medali kebebasan (Liberty Medal 2026) dari National Constitution Center Amerika Serikat sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam memperjuangkan kebebasan beragama, kebebasan hati nurani, dan kebebasan berekspresi di berbagai belahan dunia.

By Deborah Castellano Lubov

Dalam pidato yang disampaikan dari Vatikan kepada para peserta acara di Philadelphia, Paus Leo XIV mengajak bangsa Amerika untuk menjadikan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat sebagai momentum membarui komitmen terhadap nilai-nilai dasar yang melandasi berdirinya negara tersebut, terutama penghormatan terhadap kehidupan dan kebebasan.

BACA SECARA PENUH PIDATO PAUS

“Sebagai putra dari bangsa besar ini, yang didirikan oleh pria dan wanita pemberani yang memimpikan kebebasan dan kehidupan yang lebih baik bagi diri mereka serta anak-anak mereka, saya bergabung dalam doa memohon berkat Tuhan atas masa depan Amerika,” kata Paus.

Penghargaan Liberty Medal diberikan setiap tahun kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi dalam memperjuangkan kebebasan dan hak-hak fundamental manusia di seluruh dunia. Tahun ini penghargaan tersebut diberikan kepada Paus Leo XIV atas kiprahnya dalam membela kebebasan beragama dan kebebasan hati nurani.

Dalam refleksinya mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 4 Juli 1776, Paus menyoroti prinsip bahwa semua manusia diciptakan setara dan dianugerahi hak-hak yang tidak dapat dicabut, termasuk hak untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan.

Menurut Paus, martabat manusia mendahului pembentukan negara mana pun dan menjadi dasar utama keberadaan negara. Karena itu, perlindungan terhadap martabat manusia harus menjadi tujuan utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Paus Leo XIV menyapa para peserta yang berkumpul di Philadelphia dalam acara penganugerahan Liberty Medal
Paus Leo XIV menyapa para peserta yang berkumpul di Philadelphia dalam acara penganugerahan Liberty Medal   (@Vatican Media)

Paus Leo juga mengingatkan bahwa perjalanan Amerika dalam mewujudkan cita-cita kebebasan dan keadilan tidak selalu mudah. Namun, selama 250 tahun terakhir, negara tersebut telah menjadi simbol kebebasan bagi jutaan imigran yang datang mencari kehidupan baru dan turut membangun masa depan bangsa.

Secara khusus, Paus menegaskan bahwa hak pertama yang tercantum dalam cita-cita para pendiri Amerika adalah hak untuk hidup. Tanpa kehidupan, seseorang tidak dapat menikmati kebebasan maupun mengejar kebahagiaan.

“Vitalitas sebuah bangsa sangat bergantung pada nilai yang diberikannya terhadap setiap kehidupan manusia dalam segala kondisi dan tahap keberadaannya,” ujarnya.

Liberty Medal yang diberikan setiap tahun oleh National Constitution Center merupakan penghargaan bagi pria dan wanita yang menunjukkan keberanian, integritas, dan keyakinan kuat dalam memperjuangkan serta melindungi nilai-nilai kebebasan bagi masyarakat di seluruh dunia.
Liberty Medal yang diberikan setiap tahun oleh National Constitution Center merupakan penghargaan bagi pria dan wanita yang menunjukkan keberanian, integritas, dan keyakinan kuat dalam memperjuangkan serta melindungi nilai-nilai kebebasan bagi masyarakat di seluruh dunia.   (@Vatican Media)

Paus menekankan pentingnya membangun budaya yang menghormati kehidupan sejak saat pembuahan hingga kematian alami. Menurutnya, penghormatan terhadap kehidupan harus tercermin tidak hanya dalam sikap pribadi, tetapi juga dalam kebijakan dan peraturan yang melindungi mereka yang paling rentan.

Selain kehidupan, Paus juga menyoroti pentingnya kebebasan, khususnya kebebasan beragama yang telah lama menjadi salah satu ciri khas Amerika Serikat. Ia memuji tradisi yang memungkinkan setiap orang mengikuti suara hati nurani tanpa rasa takut atau paksaan.

Tradisi tersebut, lanjutnya, telah membantu membangun dialog antaragama dan kerja sama lintas keyakinan demi kebaikan bersama, sekaligus memperkaya diskusi publik mengenai berbagai persoalan moral dan etika yang dihadapi masyarakat.

Paus berharap semangat kebebasan beragama terus melahirkan budaya dialog yang penuh penghormatan, keterbukaan terhadap perbedaan pandangan, serta komitmen untuk mencari titik temu demi perdamaian dan rekonsiliasi.

Menutup pidatonya, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa Amerika dibangun oleh orang-orang dari berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan agama yang dipersatukan oleh cita-cita bersama.

“Dari banyak menjadi satu (E pluribus unum). Persatuan memberi kekuatan pada impian itu dan melahirkan Amerika Serikat,” katanya.

Paus berharap peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen terhadap martabat manusia, kesetaraan, dan hak-hak dasar yang menjadi fondasi bangsa tersebut.

“Mari kita mempercayakan masa depan Amerika Serikat kepada Dia yang merupakan sumber kebebasan sejati dan damai yang abadi. Semoga Tuhan memberkati Amerika.”

03 Jul 2026, 18:13