Cari

Paus Leo XIV: Allah Tak Pernah Berhenti Percaya pada Kita

Saat memimpin doa Angelus di Castel Gandolfo yang menjadi tempat liburan musim panasnya, Paus Leo XIV merenungkan Perumpamaan tentang Seorang Penabur. Beliau mengingatkan umat Kristiani bahwa Firman Allah memiliki kekuatan untuk mengubah setiap hati, sekaligus mendorong umat beriman untuk menyediakan waktu musim panas ini demi keheningan, doa, dan meditasi Kitab Suci.

Oleh Linda Bordoni

Saat merenungkan perumpamaan Injil tentang Seorang Penabur dalam doa Angelus hari Minggu, Paus Leo XIV menyampaikan bahwa Allah tidak pernah lelah menaburkan benih Firman-Nya di dalam hati manusia, karena Dia tahu bahwa "kekuatan kasih-Nya lebih kuat daripada kelemahan kita".

Di hadapan para peziarah yang berkumpul di Castel Gandolfo pada Hari Minggu Biasa ke-15, Paus menjelaskan bahwa kisah Santo Matius tentang Perumpamaan Seorang Penabur ini mengungkapkan "kemurahan hati dan kepercayaan Allah dalam menaburkan Firman-Nya di dalam hati kita, serta kekuatan-Nya di dalam diri kita".

Baca teks lengkap amanat Angelus Paus

Paus menegaskan bahwa Kristus sendiri adalah pusat dari misteri tersebut.

"Yesus sendiri, Sang Firman yang menjadi manusia dan menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan kita, adalah benih yang terus ditaburkan oleh Bapa ke seluruh dunia agar, melalui kematian-Nya, Ia dapat menghasilkan banyak buah," jelas Paus.

Kendati demikian, Paus mengakui bahwa Firman Allah tidak selalu menemukan hati yang terbuka untuk menyambutnya.

Terkadang, Firman tersebut harus menghadapi "tanah yang keras dan tidak responsif," atau hati yang mudah teralihkan bagaikan "jalan yang diinjak orang, tanah yang berbatu, atau semak berduri".

Namun, ada pula momen ketika Firman itu jatuh di "tanah yang subur dan siap menerima," tempat di mana "mukjizat kasih mulai bergerak dan memiliki kekuatan untuk mengubah segalanya".

Oleh karena alasan inilah, lanjut Paus, "Bapa tidak pernah berhenti menabur, karena Dia tahu bahwa kekuatan kasih-Nya lebih kuat daripada kelemahan kita".

Allah melihat kebaikan di dalam diri kita

Mengutip Santo Yohanes Krisostomus, Paus Leo kemudian merenungkan paradoks dari tindakan menabur benih di tempat yang tampaknya tidak mungkin tumbuh.

Jika dalam dunia pertanian tindakan tersebut dinilai tidak masuk akal, Paus mencatat bahwa Allah bekerja dengan cara yang berbeda. Sebab bagi Allah, bahkan "tanah yang berbatu pun dapat diubah menjadi tanah yang subur".

Menurut Paus, hal ini terjadi karena kepercayaan Allah terhadap umat manusia berakar pada pengetahuan mendalam-Nya tentang setiap pribadi.

"Kemurahan hati Allah terhadap kita tidaklah naif, melainkan bijaksana," tegas Paus.

"Dia melihat potensi kebaikan di dalam diri kita yang terkadang kita sendiri gagal untuk menyadarinya".

Oleh karena itu, beliau menambahkan, "Tuhan, yang mengenal tanah hati kita lebih baik daripada kita sendiri, tidak pernah berhenti percaya pada kita—pada siapa kita saat ini dan kita bisa menjadi siapa dari hari ke hari, jika kita berserah diri kepada-Nya dalam iman".

Menghasilkan buah-buah Roh

Ketika Firman Allah disambut dengan kerendahan hati dan keterbukaan, Paus mengatakan bahwa Firman tersebut akan menghasilkan buah-buah Roh Kudus.

Sembari mengutip Surat Santo Paulus kepada jemaat di Galatia, beliau merinci buah-buah tersebut, antara lain: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri".

"Betapa dunia kita saat ini sangat membutuhkan buah-buah ini, untuk dipenuhi dan diubah olehnya!" seru Paus.

Undangan musim panas

Merujuk pada musim panas yang sedang berlangsung, Paus Leo mendorong umat Kristiani untuk memanfaatkan waktu istirahat dengan baik guna memelihara kehidupan spiritual mereka.

"Oleh karena itu, marilah kita bertekad, terutama selama hari-hari liburan musim panas ini, untuk menyediakan waktu guna mendengarkan, membaca, dan merenungkan Firman Allah," imbau Paus, sembari mengajak umat untuk membangun "momen-momen hening dan doa yang mendalam".

Momen-momen seperti itu, jelas beliau, dapat memperbarui tubuh sekaligus jiwa, sehingga mempersiapkan umat Kristiani untuk kembali ke rutinitas sehari-hari dengan "siap mewartakan Kabar Baik Injil dan semakin mampu berkontribusi bagi pertumbuhan Kerajaan Allah". 

12 Jul 2026, 10:37

Apa itu Doa Malaikat Tuhan?

 

Doa Malaikat Tuhan adalah doa khusus yang didaraskan oleh umat Katolik tiga kali sehari, yaitu pukul 06.00, 12.00, dan 18.00, biasanya diiringi dengan bunyi lonceng Angelus. Nama Angelus berasal dari kata Latin yang berarti “malaikat”. Doa ini mengingatkan kita bagaimana Yesus Kristus mengenakan kodrat manusiawi kita melalui Misteri Inkarnasi.

Paus mendaraskan Doa Angelus di Lapangan Santo Petrus setiap hari Minggu tengah hari.
Pada kesempatan itu, Paus juga menyampaikan refleksi  singkat atas Injil hari itu dan kerap menanggapi berbagai persoalan yang menjadi perhatian dunia. Seruan Paus tersebut disiarkan ke seluruh dunia melalui radio dan televisi, serta dibagikan secara luas melalui media sosial.

Dari masa Paskah hingga Pentakosta, doa Regina Caeli-Ratu Surga didoakan sebagai pengganti Doa Angelus. Doa ini mengenangkan Kebangkitan Yesus Kristus dan, seperti Doa Angelus, diakhiri dengan Kemuliaan tiga kali.

Latest Angelus / Regina Caeli

Read all >