Cari

Paus Leo XIV Ajak Umat Beriman Diubah oleh Misteri Ekaristi

Deborah Castellano Lubov

“Mari kita menimba dengan iman dari sumber kehidupan ilahi ini dan membiarkan diri kita diubah oleh misteri yang kita rayakan,” kata Paus.

Dalam refleksinya, Paus memusatkan perhatian pada perayaan Ekaristi sebagaimana dijelaskan dalam Bab II Sacrosanctum Concilium. Dokumen tersebut menggambarkan Ekaristi sebagai sakramen kasih, tanda kesatuan, ikatan cinta kasih, serta perjamuan Paskah di mana Kristus diterima, jiwa dipenuhi rahmat, dan umat memperoleh jaminan kemuliaan yang akan datang.

BACA ARAHAN PAUS LEO

Paus Leo XIV saat Audiensi Umum, Rabu
Paus Leo XIV saat Audiensi Umum, Rabu   (@Vatican Media)

Paus mengingatkan kembali ajaran Konsili bahwa umat beriman tidak dipanggil menjadi penonton pasif dalam perayaan Misa. Sebaliknya, mereka diajak untuk mempersembahkan diri bersama Yesus Kristus.

Menurut Paus, setiap kali mengikuti Ekaristi, umat diundang untuk mendengarkan Sabda Allah dan menerima santapan dari meja Tuhan, tempat Kristus sendiri mempersembahkan diri-Nya kepada Bapa.

Dalam perspektif tersebut, Ekaristi menjadi bentuk kurban rohani umat Kristiani karena melalui perayaan itu terjalin persatuan dengan Allah sekaligus persatuan di antara sesama umat beriman.

“Dengan mengambil bagian di dalamnya, umat belajar mempersembahkan diri mereka sendiri dan, dari hari ke hari, melalui Kristus, dibentuk dalam persatuan dengan Allah dan satu sama lain,” jelas Paus.

Ia juga mengutip Sacrosanctum Concilium yang menegaskan bahwa Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi memiliki hubungan yang sangat erat sehingga membentuk satu tindakan ibadah yang utuh.

Menurut Paus Leo XIV, Ekaristi tidak hanya mempersatukan umat dengan Kristus, tetapi juga mengajarkan cara hidup Yesus yang ditandai oleh pemberian diri secara bebas demi orang lain.

“Dengan mempersatukan kita dengan Kristus, Ekaristi mengajarkan kita untuk menghayati cara hidup Tuhan Yesus sendiri, yang ditandai oleh pemberian diri secara cuma-cuma,” ujarnya.

Paus menambahkan bahwa semangat pemberian diri tersebut membawa umat masuk ke dalam dinamika persatuan yang menjadi penawar kuat terhadap berbagai kekuatan perpecahan yang melukai dunia, komunitas, keluarga, bahkan hati manusia.

Menutup katekesenya, Paus Leo XIV mengajak seluruh umat beriman untuk terus menimba kekuatan dari sumber kehidupan ilahi yang berlimpah itu dan membiarkan diri mereka diubah oleh misteri Ekaristi yang dirayakan.

Baginya, Ekaristi bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan perjumpaan yang membentuk hidup, memperdalam persatuan, dan menuntun umat untuk semakin serupa dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Paus menyapa para peserta Audiensi
Paus menyapa para peserta Audiensi   (@Vatican Media)
24 Jun 2026, 10:21

Audiensi Terbaru

Read all >