Cari

Sesudah gempa bumi di La Gaira, Venezuela Sesudah gempa bumi di La Gaira, Venezuela  (Ricardo Arduengo)

Venezuela: Konggregasi Suster-Suster Kecil Kaum Miskin dari Maiquetía mendirikan rumah sakit lapangan

Setelah gempa bumi yang mengguncang Venezuela, Rumah Sakit San José di La Guaira yang dikelola oleh Kongregasi Suster-Suster Kecil Kaum Miskin dari Maiquetía mengalami kerusakan struktural yang parah. Menanggapi situasi darurat tersebut, kongregasi mendirikan sebuah rumah sakit lapangan untuk merawat para korban luka.

Oleh Johan Pacheco

"Rumah Sakit San José mengalami kerusakan struktural akibat gempa dan kini tidak lagi aman untuk digunakan. Karena itu, kami mendirikan rumah sakit lapangan tepat di seberang rumah sakit," jelas Suster María Yraida Mora Sánchez, Vikaris Jenderal Kongregasi Suster-Suster Kecil Kaum Miskin dari Maiquetía, yang melayani bidang kesehatan bagi masyarakat di La Guaira dan Caracas, Venezuela.

Seperti masyarakat lainnya, harapan terbesar suster tersebut adalah agar semakin banyak korban selamat dapat ditemukan. Harapan itu semakin dikuatkan oleh penemuan sejumlah penyintas secara ajaib dalam beberapa jam terakhir di bawah reruntuhan bangunan di La Guaira, di mana pihak berwenang telah melaporkan lebih dari 3.500 korban jiwa.

"Setiap kali berbicara dengan seseorang, mereka mengatakan telah kehilangan teman, anggota keluarga, atau bahkan anak mereka. Ada pula yang kehilangan rumah maupun mata pencaharian karena tempat mereka bekerja juga hancur," tutur Suster Mora, menggambarkan kehidupan masyarakat setelah gempa.

Melayani tempat-tempat pengungsian di tengah krisis kemanusiaan

Selain pelayanan di rumah sakit lapangan, Suster Mora menjelaskan, "Kami juga secara rutin mengunjungi tiga tempat penampungan darurat, dan situasinya sangat memprihatinkan. Kondisi ini semakin berat karena Venezuela sebelumnya sudah menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan yang serius, sebagaimana telah diketahui dunia."

Seorang biarawati memberikan bantuan kasih di wilayah yang dilanda gempa bumi
Seorang biarawati memberikan bantuan kasih di wilayah yang dilanda gempa bumi

Ia mengenang bahwa, "Minggu lalu kami merayakan Ekaristi di Lapangan Padre Machado yang dipimpin oleh Uskup Pablo Modesto dari La Guaira. Iman dan kepercayaan umat kepada Tuhan tetap teguh, meskipun mereka berada di tengah penderitaan yang begitu besar."

Rumah sakit di bawah tenda-tenda darurat

Suster María Mora menjelaskan bagaimana pusat pelayanan kesehatan mereka harus beradaptasi setelah gempa.

"Di La Guaira kami mengelola Rumah Sakit San José, sebuah rumah sakit tingkat II dengan berbagai layanan medis. Kami juga mengelola Sekolah Madre Emilia di Maiquetía, beberapa pusat kesehatan di Caracas, serta sebuah panti bagi lanjut usia. Namun Rumah Sakit San José mengalami kerusakan struktural yang sangat parah sehingga tidak dapat lagi digunakan. Karena itu kami mendirikan rumah sakit lapangan di alun-alun tepat di seberang gedung rumah sakit. Kami mendapat dukungan dari Palang Merah Italia, AVESSOC (Asosiasi Pelayanan Kesehatan Berorientasi Kristiani Venezuela), serta para dokter dari kongregasi kami yang melayani di Klinik Padre Machado dan Rumah Sakit San José."

Ia menambahkan:

"Kami bekerja di bawah tenda-tenda dan tempat perlindungan sementara, berusaha semaksimal mungkin agar fasilitas tersebut dapat berfungsi. Di sanalah kami memberikan pelayanan medis, meskipun banyak staf dan relawan kami sendiri juga menjadi korban bencana. Setiap hari kami mengunjungi kamp-kamp pengungsian, membawa air bersih, makanan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Di tengah tragedi ini, kami juga tidak boleh melupakan para penderita penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, dan epilepsi. Mereka tetap membutuhkan perawatan dan akses terhadap obat-obatan agar kondisi mereka tidak semakin memburuk."

Kekhawatiran akan darurat kesehatan masyarakat

Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan merebaknya penyakit, Suster Mora mengatakan:

"Sayangnya, sistem pelayanan kesehatan di negara kami sudah berada dalam kondisi kritis bahkan sebelum gempa terjadi. Saat ini kami sangat membutuhkan antihistamin, obat tekanan darah, serta krim antijamur karena Negara Bagian Vargas merupakan wilayah yang sangat panas dan saat ini tidak memiliki pasokan air bersih yang memadai. Kekurangan kebutuhan medis seolah tidak ada habisnya. Kami juga sangat membutuhkan air minum bagi mereka yang masih bekerja di antara reruntuhan untuk mencari korban selamat atau menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa."


Mengenai pelayanan tenaga kesehatan, ia menjelaskan bahwa para dokter "sedang mengatur daftar pasien agar obat-obatan dapat dibagikan kepada mereka, karena sebagian besar apotek di Negara Bagian Vargas hancur atau masih tutup."

Suster Mora menambahkan bahwa pasien dengan luka paling serius telah dipindahkan ke rumah-rumah sakit di Caracas. Di sana, "kami memusatkan perhatian pada pelayanan kesehatan dasar, seperti merawat luka serta menangani kasus diare dan penyakit virus yang mulai bermunculan."

Warisan pelayanan selama 138 tahun

Suster Mora juga mengungkapkan kesedihan mendalam komunitasnya atas kerusakan yang dialami Rumah Sakit San José.

"Rumah sakit ini adalah tempat kelahiran kongregasi kami. Kapel tempat jenazah Pastor Machado dan Bunda Emilia, para pendiri kami, dimakamkan berada di sini. Rumah sakit ini bukan hanya simbol bagi kami, tetapi juga bagi seluruh Negara Bagian Vargas (La Guaira). Selama 138 tahun rumah sakit ini telah melayani masyarakat."

Meskipun mengalami kehancuran, Vikaris Jenderal itu menutup kesaksiannya dengan penuh harapan:

"Rumah sakit bukan sekadar bangunan yang terbuat dari tembok dan beton. Rumah sakit adalah setiap pribadi di antara kami—setiap perawat, setiap dokter, dan setiap suster—yang setiap hari berjuang memberikan pelayanan terbaik bagi sesama."

08 Jul 2026, 10:46