Piala Zanzibar 2026 Selancar Parasut Internasional Piala Zanzibar 2026 Selancar Parasut Internasional   (Photo credit: Stefano Conte)

Zanzibar Cup 2026: Perlombaan untuk perdamaian, persaudaraan

Edisi keenam perlombaan dan regatta selancar layang, Zanzibar Cup, akan berlangsung di Kepulauan Zanzibar, Tanzania, pada 23 Agustus 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh dokter asal Italia, Stefano Conte, bekerja sama dengan pemerintah Tanzania ini bertujuan mengedepankan semangat sportivitas sekaligus memperkuat persaudaraan dan persahabatan di antara masyarakat dari berbagai bangsa.

Vatican News 

Selama lebih dari satu dekade, dokter Italia Dr. Stefano Conte rutin melakukan perjalanan ke Zanzibar. Ia pertama kali datang ke wilayah tersebut sebagai dokter yang melayani penduduk setempat maupun para wisatawan.

Apa yang pada 2010 bermula sebagai sebuah “liburan sambil bekerja” kemudian berkembang menjadi komitmen jangka panjang. Selain memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma kepada masyarakat setempat, Conte juga menekuni kecintaannya pada selancar layang olahraga yang sangat cocok dilakukan di perairan Zanzibar karena airnya yang hangat, angin yang stabil, serta terumbu karang yang memberikan perlindungan.

Dalam wawancara dengan Vatican Radio, Conte menceritakan bahwa selama bertahun-tahun ia mulai bertanya kepada dirinya sendiri bagaimana ia dapat memberikan sumbangsih lebih jauh, melampaui tugasnya sebagai seorang dokter.

Jawabannya adalah Zanzibar Cup, sebuah kompetisi kitesurfing internasional yang tidak hanya bertujuan memperkenalkan pulau tersebut sebagai destinasi olahraga kelas dunia, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat setempat melalui pariwisata dan kerja sama internasional.

Perlombaan dan regatta Zanzibar Cup
Perlombaan dan regatta Zanzibar Cup   (Photo credit: Stefano Conte)

Dari impian menjadi kenyataan

Berbekal pengalamannya sebagai anggota lama Federasi Pelayaran Italia serta latar belakang profesionalnya, Conte mengusulkan penyelenggaraan kompetisi selancar layang internasional pertama di Zanzibar.

Pemerintah setempat menyambut gagasan tersebut dan kemudian menjadi mitra dalam proyek ini. Edisi perdana yang digelarJanuari 2024 diikuti sekitar 20 peserta dan hanya didukung satu sponsor.

Sejak saat itu, kompetisi tersebut terus berkembang. Kini Zanzibar Cup menarik sekitar 40–50 atlet dan 10–15 sponsor, sekaligus memperoleh perhatian yang semakin luas di tingkat internasional.

Sportivitas dan persaudaraan

Bagi Conte, Zanzibar Cup bukan sekadar kompetisi di atas air. Ia memandang olahraga sebagai bahasa universal yang mampu mempertemukan manusia dalam semangat persahabatan, sekaligus membantu mereka menghargai kekayaan dan keragaman budaya serta latar belakang masing-masing.

Terinspirasi oleh pesan-pesan Paus Fransiskus dan Paus Leo XIV, ia juga berusaha membangun acara tersebut di atas nilai-nilai perdamaian, persaudaraan, penghormatan, dan solidaritas.

Lebih dari sekadar menyelenggarakan pertandingan olahraga, ia berharap Zanzibar Cup menjadi kesempatan yang mendorong orang untuk memandang satu sama lain sebagai saudara dan saudari, bukan sebagai lawan.

Prinsip yang menjadi pedomannya sederhana: “Kasihilah saudara dan saudari kalian sebagaimana kalian ingin mereka mengasihi kalian.”

Menurut Dr. Conte, jika semakin banyak orang menghayati gagasan sederhana tersebut, dunia akan menjadi tempat yang lebih damai.

Perlombaan Selancar laying dan regatta Zanzibar Cup
Perlombaan Selancar laying dan regatta Zanzibar Cup   (Photo credit: Stefano Conte)

Olahraga sebagai guru

Merefleksikan pelajaran yang dapat diberikan melalui kegiatan olahraga, Dr. Conte menekankan pentingnya disiplin, menghormati aturan, ketekunan, dan kerendahan hati.

Berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun bekerja dalam bidang bedah jantung anak, ia mengenang bahwa para ahli bedah terbaik yang pernah ditemuinya juga merupakan orang-orang yang paling rendah hati.

Menurut pengalamannya, keahlian sejati akan berbicara dengan sendirinya, sementara kesombongan sering kali justru menutupi rasa tidak aman dalam diri seseorang.

Ia menilai dunia saat ini membutuhkan lebih banyak keaslian dan lebih sedikit sikap yang dangkal. Pada akhirnya, kompetensi dan integritas akan mengungguli penampilan lahiriah.

Lomba layang selancar dan regata Zanzibar Cup
Lomba layang selancar dan regata Zanzibar Cup   (Photo credit: Stefano Conte)

Keunikan selancar layang

Selancar laying memadukan unsur selancar dan olahraga layar. Para peselancar berdiri di atas papan sambil ditarik oleh layang-layang besar yang dapat dikendalikan dan terbang sekitar 20 meter di atas mereka.

Meskipun olahraga ini dapat berbahaya jika dilakukan tanpa persiapan yang tepat, Conte menegaskan bahwa olahraga ini  sangat aman apabila dipelajari bersama instruktur yang berkualifikasi dan dilakukan di lokasi yang sesuai.

Ia sendiri pernah mengajarkan olahraga tersebut kepada para pemula, mulai dari anak-anak berusia tujuh atau delapan tahun hingga orang dewasa berusia 70-an.

Zanzibar Cup Keenam

Edisi keenam Zanzibar Cup akan berlangsung tanggal 23 Agustus di pantai timur Zanzibar, tepatnya di Kiwengwa, kawasan yang dikenal memiliki angin yang konsisten dan kondisi yang sangat baik untuk selancar laying.

kitesurfing.

Dr. Conte berharap Zanzibar Cup terus berkembang menjadi ajang olahraga internasional yang besar, namun tetap setia pada misi awalnya: menggunakan olahraga untuk membangun jembatan di antara manusia.

Moto acara tersebut merangkum semangat itu: “Satu untuk semua, semua untuk satu.”

Lomba layang selancar dan regata Zanzibar Cup
Lomba layang selancar dan regata Zanzibar Cup

Bagi Conte, ungkapan tersebut bukan sekadar slogan. Moto itu mencerminkan keyakinannya bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk membantu sesama dan bekerja sama demi mewujudkan dunia yang lebih damai dan bersatu

Dengarkan wawancara Radio Vatikan bersama Dr. Stefano Conte, pendiri Zanzibar Cup 2026
13 Aug 2026, 12:54