Cari

Hungaria menyiapkan tongkang dan memulai pekerjaan dasar sungai untuk menghindari penutupan pabrik. Hungaria menyiapkan tongkang dan memulai pekerjaan dasar sungai untuk menghindari penutupan pabrik. 

Sungai Danube yang Mengering hingga Rekor Terendah Memaksa Pembangkit Nuklir Rumania Ditutup

Rumania dan negara tetangganya, Hungaria, menghadapi krisis energi akibat gelombang panas yang mencapai rekor serta rendahnya permukaan Sungai Danube. Kondisi ini memaksa Rumania menghentikan reaktor nuklir terakhirnya yang masih beroperasi, sementara Hungaria berjuang mempertahankan satu dari empat reaktor Paks agar tetap beroperasi.

Oleh Stefan J. Bos

Otoritas Rumania menggunakan ledakan terkontrol dalam upaya darurat untuk meningkatkan ketinggian air Sungai Danube yang dibutuhkan guna mendinginkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Cernavodă.

Namun, Direktur Pembangkit Cernavodă, Romeo Urjan, mengatakan bahwa upaya tersebut belum cukup. Ia menjelaskan bahwa tidak ada persoalan yang mengancam keselamatan nuklir, tetapi pembangkitan listrik tidak lagi dapat dilanjutkan karena permukaan Danube telah turun terlalu rendah.

Rumania terpaksa mengoperasikan sebuah pembangkit listrik berbahan bakar lignit berkapasitas 330 megawatt untuk membantu menggantikan hilangnya pasokan listrik dari tenaga nuklir.

Pemerintah juga mengandalkan peningkatan produksi listrik dari tenaga angin dan tenaga air, bergantung pada ketersediaan air di waduk-waduk, untuk menutupi kekurangan pasokan.

Situasinya tidak jauh berbeda di negara tetangganya, Hungaria, di mana tenaga nuklir biasanya menyumbang sekitar 40 persen produksi listrik.

Saat ini hanya satu dari empat reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks yang masih beroperasi, sementara pihak berwenang berupaya mengatasi rendahnya permukaan air Danube yang berada pada tingkat luar biasa rendah.

Perdana Menteri Hungaria, Péter Magyar, mengatakan bahwa pemerintah telah mulai membangun “penghalang sungai di bawah permukaan air” di dekat pembangkit tersebut untuk menaikkan permukaan air yang dibutuhkan bagi sistem pendingin.

Magyar menegaskan bahwa struktur yang menyerupai bendungan itu pada tahap awal akan menggunakan 35.000 meter kubik batu, kemudian ditambah lagi 110.000 meter kubik.

Menurutnya, proyek tersebut diharapkan dapat mencegah permukaan Danube turun di bawah minus 90 sentimeter pada saluran air pendingin pembangkit nuklir. Dengan demikian, Paks pada akhirnya dapat kembali beroperasi pada kapasitas penuh.

Kesulitan yang terjadi secara bersamaan di Rumania dan Hungaria menimbulkan pertanyaan baru mengenai keandalan tenaga nuklir di Eropa Tengah dan Eropa Timur di masa depan, terutama ketika gelombang panas dan kekeringan semakin sering terjadi. 

14 Aug 2026, 16:28