Cari

Peternak lebah sedang bekerja di wilayah Tel al-Hawa kota Gaza yang hancur Peternak lebah sedang bekerja di wilayah Tel al-Hawa kota Gaza yang hancur  (AFP or licensors)

PBB prihatin atas terganggunya kehidupan warga di Gaza

Para pejabat kemanusiaan PBB mengatakan operasi militer Israel di Jalur Gaza mengganggu kehidupan warga sipil, merusak tempat-tempat penampungan dan meningkatkan jumlah pengungsi.

Oleh Nathan Morley

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa kayu, tali, lampu tenaga surya, dan peralatan dasar perlu segera memasuki Gaza agar kelompok-kelompok bantuan dapat memperluas bantuan serta meningkatkan kondisi tempat-tempat penampungan.

PBB menambahkan bahwa operasi yang sedang berlangsung saat ini membatasi akses masyarakat terhadap layanan-layanan yang sangat penting untuk menyelamatkan kehidupan.

Pekan lalu, organisasi-organisasi bantuan memperbaiki hampir 3.000 tempat penampungan darurat di Kota Gaza dan mendistribusikan bantuan kebutuhan darurat kepada sekitar 9.000 rumah tangga.

Operasi militer di kamp pengungsi

Secara terpisah, pada Kamis, 16 warga Palestina terluka dan lebih dari 60 orang ditangkap dalam sebuah operasi militer Israel di sebuah kamp pengungsi di sebelah utara Yerusalem.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa tim medis mereka merawat 16 orang yang mengalami berbagai jenis luka dan mengevakuasi sejumlah pasien.

Tuduhan pelanggaran gencatan senjata

Di Gaza, kantor pers yang dikelola Hamas mengatakan bahwa Israel telah melakukan 4.091 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata selama 300 hari terakhir. Menurut kantor tersebut, pelanggaran itu telah menyebabkan 1.254 warga Palestina tewas dan 4.121 lainnya terluka.

Pada hari yang sama, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Indonesia, Pakistan, Türkiye, Arab Saudi, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Israel yang terus berlangsung di Gaza.

06 Aug 2026, 17:20