Seorang anak laki laki yang terlantar di pusat Jalur Gaza Seorang anak laki laki yang terlantar di pusat Jalur Gaza   (AFP or licensors)

Warga sipil terus menanggung dampak terberat konflik di Gaza

Serangan militer Israel yang semakin intensif dalam sepekan terakhir telah menewaskan dan melukai puluhan warga Palestina.

Oleh Nathan Morley

Serangan militer Israel meningkat dalam beberapa hari terakhir, menewaskan dan melukai puluhan warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza. Lebih dari 1.100 orang telah tewas sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.

Thameen Al-Kheetan, juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan banyak korban jiwa baru-baru ini terjadi jauh dari "garis kuning" yang menjadi batas kendali militer Israel dan terus berubah.

Ia menjelaskan bahwa kantor tersebut mendokumentasikan sedikitnya 57 warga Palestina tewas antara 13 hingga 20 Juli, termasuk enam anak-anak dan delapan perempuan. Dari jumlah itu, 34 orang meninggal di wilayah yang berada jauh di luar zona yang ditetapkan oleh Israel.

Tim verifikasi PBB juga telah mengonfirmasi kematian 283 perempuan dan anak-anak akibat serangan di seluruh Gaza sejak Oktober tahun lalu hingga pertengahan April.

Kesehatan dan kondisi hidup yang memprihatinkan

Dalam perkembangan terpisah, seorang pejabat medis di Gaza melaporkan peningkatan tajam kasus keguguran, dengan sekitar 4.000 kasus tercatat selama paruh pertama tahun 2026.

Bassam Zaqout, Direktur Bantuan Medis di wilayah Gaza, mengatakan lonjakan tersebut dipicu oleh kondisi hidup yang sangat berat. Faktor-faktornya meliputi perempuan hamil yang harus menempuh jalan yang tidak beraspal dengan kendaraan yang penuh sesak, ketakutan akan pemboman, tidur di atas tanah, serta terbatasnya akses terhadap air panas, perlengkapan kebersihan, dan layanan kesehatan. Selain itu, kondisi sanitasi yang buruk di kamp-kamp pengungsian turut memperburuk keadaan

Dengarkan Reportase dari Nathan Morley (Bahasa Inggris)
23 Jul 2026, 15:38