Cari

Pejuang Pertahanan Sipil membalas serang Israel di sebuah apartemen di Gaza City Pejuang Pertahanan Sipil membalas serang Israel di sebuah apartemen di Gaza City 

Warga sipil Gaza terus menjadi korban tewas sembilan bulan setelah gencatan senjata

Sebuah keluarga yang terdiri dari enam orang tewas dalam serangan udara Israel pada Selasa, di tengah berlanjutnya serangan mematikan di Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah disepakati lebih dari sembilan bulan lalu.
Dengarkan Laporan kami

 Oleh Linda Bordoni

Seorang ayah, istrinya, dan keempat anak mereka meninggal dunia saat sedang tertidur di rumah keluarga mereka di kawasan Sabra. Serangan tersebut menyebabkan rumah mereka terbakar.

Militer Israel mengonfirmasi serangan itu dan menyatakan bahwa sasarannya adalah seorang militan Hamas. Pihak militer juga mengatakan bahwa mereka masih menyelidiki hasil dari serangan tersebut.

"Tidak ada ketenangan, dan tidak ada tempat yang aman untuk dituju," keluh sang kakek, seraya menambahkan bahwa tidak ada peringatan ataupun alarm sebelum serangan terjadi.

Petugas medis Palestina juga melaporkan bahwa pada Selasa hari yang sama, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang sebuah kendaraan di wilayah Gaza bagian tengah, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya.

Kematian terbaru ini menambah jumlah korban menjadi lebih dari 1.160 warga Palestina, yang sebagian besar adalah warga sipil, sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober lalu, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata memang menghentikan pertempuran berskala besar, tetapi belum mampu mengakhiri serangan Israel yang hampir terjadi setiap hari. Israel menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut ditujukan kepada para militan.

Para mediator, termasuk Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat, terus berupaya mendorong rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza. Rencana tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas serta penarikan pasukan Israel, namun hingga kini belum terlihat adanya kemajuan berarti dalam perundingan.

Perang bermula ketika kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatan Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, ofensif militer Israel yang menyusul kemudian telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina. Hampir seluruh dari dua juta penduduk Gaza kini hidup di sebidang wilayah sempit di sepanjang pesisir, sebagian besar di tenda-tenda darurat atau bangunan yang rusak, serta menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

(Sumber: Reuters)

21 Jul 2026, 16:56