Ukraina Sebut Kekurangan Rudal Pencegat Membuat Kyiv Rentan akan Serangan Mematikan Semalam
Oleh Nathan Morley
Angkatan Udara Ukraina menyatakan pihaknya kekurangan rudal pencegat untuk menghentikan 23 rudal balistik yang ditembakkan Rusia ke Kyiv pada Minggu malam, sehingga ibu kota negara itu mengalami kerusakan parah dalam serangan berskala besar kedua dalam sepekan.
Tiga belas orang tewas di Kyiv dan enam lainnya di wilayah yang lebih luas.
Presiden Volodymyr Zelensky mendesak negara-negara anggota NATO untuk mengambil “keputusan yang kuat” pada pertemuan puncak pekan ini guna memperkuat pertahanan udara Ukraina. Ia mengatakan pasukannya berhasil mencegat rudal jelajah dan drone, tetapi tidak mampu menghadapi senjata balistik.
Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 68 rudal dan 351 drone serang dalam semalam, dengan 37 rudal dan 326 drone berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan. Para pejabat menuduh Moskow sengaja menyerang wilayah sipil.
Kyiv terus melancarkan serangan drone terhadap fasilitas energi Rusia, yang sempat memutus aliran listrik di Sevastopol, Krimea yang diduduki Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan Ukraina meluncurkan 625 drone jarak jauh selama pekan lalu dan mengklaim pasukannya berhasil menembak jatuh 613 di antaranya.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk mengatakan pekan lalu bahwa warga Ukraina menghadapi “lebih banyak kehancuran, penderitaan, dan kesengsaraan,” seraya melaporkan sedikitnya 1.270 warga sipil tewas dan hampir 7.000 lainnya terluka antara Desember hingga Mei.
Ia mengatakan penggunaan rudal jarak jauh dan drone oleh Rusia sebagian besar bertanggung jawab atas meningkatnya eskalasi tersebut.