Cari

Serangan ke Iran Serangan ke Iran 

Serangan AS terhadap Iran memasuki malam kesembilan berturut-turut

Presiden Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa serangan terbaru Amerika Serikat telah menghantam Iran "dengan sangat keras", seraya menggambarkan operasi tersebut sebagai pembalasan atas tewasnya tiga personel militer AS di kawasan itu dalam beberapa hari terakhir.

Oleh Nathan Morley

Presiden Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa serangan terbaru Amerika Serikat telah menghantam Iran "dengan sangat keras", dan menyebut operasi tersebut sebagai aksi balasan atas tewasnya tiga personel militer AS di kawasan itu dalam beberapa hari terakhir.

Pentagon mengonfirmasi pada akhir pekan bahwa seorang anggota militer AS meninggal dunia setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran di Irak utara pada Sabtu. Korban tersebut menyusul dua tentara Amerika lainnya yang tewas sehari sebelumnya dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer di Yordania, sementara seorang prajurit sempat dinyatakan hilang.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan telah melancarkan gelombang baru serangan pada Senin dini hari, menandai malam kesembilan berturut-turut operasi militer Amerika, ketika ledakan terdengar di berbagai wilayah Iran. Washington mengatakan serangan itu menargetkan instalasi militer dan infrastruktur komunikasi dengan tujuan menghentikan gangguan yang terus dilakukan Teheran terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Sebagai tanggapan, Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan mendadak di Suriah serta menargetkan pesawat-pesawat Amerika Serikat di Bandara Aqaba, Yordania. Sementara itu, militer Kuwait melaporkan telah mencegat sejumlah drone Iran yang memasuki wilayah udaranya.

Media pemerintah Iran, termasuk kantor berita Tasnim, melaporkan bahwa beberapa kota di negara itu mengalami kerusakan akibat pemboman Amerika. Laporan terpisah dari media pemerintah juga menyebutkan bahwa dua kapal tanker minyak terbakar saat berupaya melintasi selat tersebut. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kapal-kapal itu memasuki jalur pelayaran selatan yang disebutnya berbahaya sehingga "meledak dan berhenti beroperasi".

Namun, Komando Pusat Amerika Serikat dengan tegas membantah keterangan Teheran mengenai insiden kapal tanker tersebut.

20 Jul 2026, 14:17