Bosnia memperingati 31 tahun genocida Srebrenica Bosnia memperingati 31 tahun genocida Srebrenica   (Amel Emric)

Ribuan orang peringati 31 tahun genosida Srebrenica

Ribuan orang berkumpul di dekat Srebrenica pada Sabtu untuk memperingati 31 tahun tragedi pembantaian tunggal terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

Oleh Stefan J. Bos

Lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia (Bosniak) dieksekusi secara sistematis selama beberapa hari pada Juli 1995, setelah pasukan Serbia Bosnia menguasai kota Srebrenica di Bosnia bagian timur pada bulan-bulan terakhir Perang Bosnia.

Selama beberapa dekade, para penyelidik mencari kuburan massal di wilayah sekitar. Banyak jenazah kemudian digali kembali dan dipindahkan ke kuburan lain sebagai upaya untuk menghilangkan jejak kejahatan tersebut.

Hingga kini, jenazah para korban Srebrenica masih terus ditemukan dan diidentifikasi melalui analisis DNA. Korban yang baru berhasil diidentifikasi dimakamkan setiap tahun pada 11 Juli, tanggal dimulainya pembantaian pada tahun 1995.

Tahun ini, jenazah 10 korban lainnya dimakamkan di Pusat Memorial Srebrenica di desa Potočari yang berada tidak jauh dari lokasi tragedi.

Sebelum upacara pemakaman, para keluarga korban bersama ribuan peserta lainnya menyelesaikan Peace March (Pamai Perdamaian) tahunan menuju Potočari.

Pelayat dekat peti jenazah  dari 10 orang korban yang dimakamkan tahun ini
Pelayat dekat peti jenazah dari 10 orang korban yang dimakamkan tahun ini   (Amel Emric)

Pawai Perdamaian

Rute pawan tersebut mengikuti sebagian jalur yang dahulu ditempuh para pria dan anak laki-laki Bosniak ketika berusaha melarikan diri melalui hutan setelah Srebrenica jatuh. Jalur itu menjadi simbol sekaligus jalan menuju kebebasan bagi mereka yang selamat dan jalan menuju kematian bagi mereka yang tertangkap lalu dibunuh.

"Ini sangat berat, sungguh sangat berat," kata Arnes Alić, yang ayahnya termasuk di antara para korban.

"Saya baru saja mengatakan kepada rekan-rekan saya bahwa saya membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan ini, karena ini adalah pertama sekaligus terakhir kalinya saya bertemu dengannya sejak ia meninggal ketika saya baru berusia satu tahun," ujarnya.

Pelayat lainnya, Almir Baraković, mengatakan bahwa peringatan tersebut juga sangat menyakitkan baginya. Ia baru berusia tujuh tahun ketika kehilangan salah seorang anggota keluarganya dalam pembantaian itu.

Perang Bosnia pada dekade 1990-an menewaskan lebih dari 100.000 orang dan memaksa jutaan lainnya meninggalkan rumah mereka.

Meskipun dua pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memutuskan bahwa pembantaian di Srebrenica merupakan tindakan genosida, para pemimpin politik di entitas Serbia Bosnia maupun di negara tetangga, Serbia, hingga kini masih menolak penyebutan tersebut.

Puluhan pejabat politik dan militer Serbia Bosnia telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman atas tindak genosida, kejahatan perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pelayat menandai 31 tahun peringatan pembantaian Srebrenica
Pelayat menandai 31 tahun peringatan pembantaian Srebrenica   (Amel Emric)
Dengarkan Reportase dari Stefan J. Bos (Bahasa Inggris)
11 Jul 2026, 15:58