Ledakan Guncang Damaskus Saat Kunjungan Macron
Oleh Nathan Morley
Sebanyak 18 orang terluka pada Selasa setelah dua alat peledak meledak di pusat kota Damaskus, dekat hotel tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron menginap, demikian dilaporkan media pemerintah.
Menurut para pejabat, aparat keamanan sebelumnya telah menemukan kedua alat peledak tersebut dan sedang berupaya menjinakkannya ketika keduanya meledak. Satu alat peledak disembunyikan di dalam mobil yang diparkir, sementara yang lainnya diletakkan di dalam tempat sampah. Macron, yang berada di ibu kota Suriah untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Ahmed al-Sharaa, tidak mengalami luka dan tidak mendengar suara ledakan tersebut, menurut kantor kepresidenannya.
Di Lebanon selatan, serangan pesawat nirawak (drone) Israel terhadap sebuah mobil menewaskan empat orang, termasuk seorang kepala sekolah, menurut media pemerintah Lebanon. Militer Israel menyatakan kendaraan tersebut memasuki zona keamanan terbatas dan dianggap sebagai ancaman. Serangan itu merupakan serangan paling mematikan sejak pengumuman gencatan senjata bulan lalu.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan sedikitnya 4.319 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak permusuhan yang berlangsung saat ini dimulai.
Sementara itu, UNICEF memperingatkan bahwa kondisi di Gaza tetap berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan setelah lebih dari 1.000 hari perang. Anak-anak di wilayah tersebut, kata juru bicara UNICEF Louise Wateridge, "telah terbunuh, mengalami luka-luka, mengungsi, dan kehilangan berbagai kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, tumbuh, serta pulih." Ia menambahkan bahwa lebih dari 60.000 anak telah tewas atau mengalami luka-luka.