Krisis kelaparan di Gaza Krisis kelaparan di Gaza  (AFP or licensors)

Laporan PBB: 645 Juta Orang Mengalami Kelaparan pada Tahun 2025

Laporan Kondisi Ketahanan Pangan Du(SOFI) yang disusun oleh lima badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa hampir delapan persen populasi dunia mengalami kelaparan pada tahun lalu. Meskipun terdapat kemajuan yang terdokumentasi, fenomena ini masih memengaruhi hampir 650 juta orang di seluruh dunia.

Oleh Deborah Castellano Lubov

Laporan Kondisi Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia (SOFI), yang disusun bersama oleh lima badan PBB, memperkirakan sekitar 645 juta orang, atau 7,8 persen dari populasi dunia, mengalami kelaparan pada tahun 2025.

Laporan tersebut disusun oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), dan Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD). Laporan ini diluncurkan di kantor pusat FAO di Roma pada pekan ini.

Dalam peluncurannya, FAO menyoroti bahwa angka 645 juta menunjukkan adanya penurunan tingkat kelaparan secara global di berbagai benua. Jumlah tersebut berarti 14 juta orang lebih sedikit mengalami kelaparan dibandingkan tahun 2024, dan 43 juta lebih sedikit dibandingkan puncaknya pada tahun 2022. FAO juga mencatat bahwa ketahanan pangan mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di Amerika Selatan dan Asia Selatan.

Namun demikian, badan-badan PBB tersebut memperingatkan bahwa angka itu masih mengkhawatirkan dan diperlukan tindakan segera, karena ketegangan geopolitik serta risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim dapat mengancam sistem pangan dunia.

309 juta warga Afrika – satu dari lima orang – masih mengalami kekurangan gizi

Laporan tersebut menemukan bahwa sekitar 309 juta orang di Afrika masih mengalami kekurangan gizi. Pertumbuhan penduduk yang pesat juga berpotensi menyebabkan jumlah absolut penduduk yang mengalami kelaparan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Meskipun prevalensi kelaparan di benua Afrika menurun dari 20,3 persen pada 2024 menjadi 20,0 persen pada 2025, yang menandai pertama kalinya tren peningkatan kelaparan di Afrika terhenti sejak 2017, badan-badan PBB menegaskan bahwa satu dari lima warga Afrika masih menghadapi kelaparan.

Malnutrisi anak masih tinggi

Badan-badan PBB juga menyampaikan prospek global yang mengkhawatirkan. Ke depan, laporan tersebut memproyeksikan bahwa sekitar 520 juta orang masih dapat mengalami kelaparan pada tahun 2030, sehingga dunia berada di jalur yang tidak sesuai untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan bahwa malnutrisi pada anak masih tetap tinggi, anemia pada perempuan terus memburuk, sementara obesitas pada orang dewasa terus meningkat secara konsisten.

Prioritas dan seruan

Dalam peluncuran laporan tersebut, badan-badan PBB menekankan perlunya menjaga pasar pangan, energi, dan sarana produksi pertanian tetap terbuka; menghindari pembatasan ekspor; serta memperkuat program perlindungan sosial yang ditujukan bagi kelompok rentan.

Mereka juga mendesak pemerintah dan para mitra pembangunan untuk memastikan para petani memiliki akses terhadap pupuk, benih berkualitas, air, kredit, dan berbagai sarana produksi penting lainnya sebelum keputusan penanaman tidak lagi dapat diubah.

Selain itu, badan-badan PBB menyerukan investasi jangka panjang di seluruh sistem pangan dan pertanian, terutama pada irigasi, fasilitas penyimpanan, rantai pendingin, infrastruktur transportasi, sistem peringatan dini, serta mekanisme aksi antisipatif. Menurut mereka, investasi tersebut dapat menurunkan biaya pangan bergizi, meningkatkan ketahanan terhadap berbagai guncangan, serta membuat pola makan sehat menjadi lebih terjangkau.

23 Jul 2026, 09:42