Cari

Dampak dari gempa Venezuela Dampak dari gempa Venezuela  (AFP or licensors)

Korban Tewas Terus Bertambah di Venezuela yang Diguncang Gempa di Tengah Krisis Kemanusiaan

Dampak ekonomi setelah dua gempa dahsyat yang melanda Venezuela memicu krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Oleh James Blears

Hampir 3.900 orang dipastikan meninggal dunia setelah dua gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni. Menurut pihak berwenang, 16.740 orang mengalami luka-luka, sementara hampir 18.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Sebanyak 28 negara dari berbagai belahan dunia telah memberikan bantuan berupa donasi, tim pencarian dan penyelamatan, dukungan logistik, serta bantuan pengelolaan air bersih dan sanitasi. Namun, kondisi di lapangan tetap sangat memprihatinkan.

Bencana alam akibat dua gempa yang terjadi secara beruntun itu semakin memperparah penderitaan ribuan warga. Venezuela sendiri telah lama dilemahkan oleh sanksi ekonomi yang dipimpin Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur yang semakin parah dan memperburuk kehidupan masyarakat sehari-hari.

Negara Bagian Guaira di wilayah utara menjadi daerah yang terdampak paling berat. Kelangkaan air minum bersih, bahan pangan, kebutuhan pokok, dan obat-obatan telah memicu meningkatnya kelaparan, diare, serta penyakit kulit. Di saat yang sama, penanganan pasien dengan penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes juga menghadapi kesulitan serius.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meluncurkan seruan bantuan kemanusiaan senilai jutaan dolar. Namun, Venezuela diperkirakan membutuhkan dana dalam jumlah yang sangat besar serta waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun, untuk pulih dan membangun kembali kehidupan masyarakat yang kini bertahan di tenda-tenda darurat dan hunian sementara, dengan kondisi serba kekurangan.

Ironisnya, Venezuela memiliki cadangan minyak yang sangat melimpah. Namun, bertahun-tahun pengabaian serta keengganan perusahaan-perusahaan minyak internasional untuk kembali berinvestasi—setelah sebelumnya mengalami kerugian—membuat negara itu diperkirakan akan terus terjebak dalam krisis berkepanjangan.

Dengarkan Reportase dari James Blears (Bahasa Inggris)
10 Jul 2026, 17:40