Cari

Kyiv mourns victims of Russian combined attack

Korban anak-anak di Ukraina terus meningkat

Oleh Deborah Castellano Lubov

"Kita tidak boleh membiarkan dunia mengalihkan pandangannya dari anak-anak di Ukraina. Kita membutuhkan tindakan segera untuk melindungi mereka dan mengakhiri pelanggaran-pelanggaran berat ini."

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Save the Children untuk Ukraina, Sonia Khush, menanggapi laporan terbaru Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) yang diterbitkan pada hari Selasa. Laporan itu menunjukkan bahwa jumlah korban anak-anak kini merupakan yang tertinggi sejak April 2022.

Save the Children, organisasi kemanusiaan internasional yang berfokus pada perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak mereka, telah bekerja di Ukraina sejak tahun 2014.

Jika pada April 2022 tercatat 209 anak tewas atau terluka, data terbaru dari badan PBB yang menangani hak-hak anak menunjukkan bahwa pada Juni 2026 terdapat 123 korban anak, terdiri dari 7 anak meninggal dunia dan 116 anak mengalami luka-luka.

Menghancurkan kehidupan anak-anak

Sonia Khush menyesalkan bahwa perang di Ukraina telah "menghancurkan kehidupan anak-anak."

"Di taman kanak-kanak, di rumah, maupun di jalan, tidak ada lagi tempat yang benar-benar aman bagi mereka," ujarnya.

Sejak pecahnya perang skala penuh pada Februari 2022, Save the Children telah memperluas operasinya secara signifikan. Hingga kini, organisasi tersebut telah menjangkau lebih dari 4,7 juta orang di Ukraina, termasuk lebih dari 1,9 juta anak, dengan 448.000 anak di antaranya menerima dukungan di bidang pendidikan.

Rudal yang semakin kuat menghancurkan seluruh bagian gedung apartemen

Sonia Khush mengakui bahwa situasi di Ukraina belakangan ini semakin memburuk.

"Kami semua di Ukraina merasakan betapa situasinya kini jauh lebih buruk. Staf kami mengatakan bahwa ini merupakan salah satu periode paling sulit sejak perang skala penuh dimulai lebih dari empat tahun lalu, dengan serangan yang semakin sering, semakin intens, dan semakin sulit diprediksi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun warga Ukraina menerapkan "aturan dua dinding" (two-wall rule), yakni berlindung di tempat yang terlindungi oleh setidaknya dua dinding bagian dalam untuk mengurangi risiko cedera akibat gelombang ledakan atau puing-puing yang beterbangan.

"Namun kini, rudal-rudal yang semakin kuat mampu menghancurkan seluruh bagian gedung apartemen, menembus rumah-rumah, bahkan roket menghantam area parkir bawah tanah yang sebelumnya digunakan warga sebagai tempat berlindung," ungkapnya.

15 Jul 2026, 12:23