Cari

Tentara Israel berpatroli di jalan menuju Desa Tal, Palestina, setelah insiden penembakan mematikan. Tentara Israel berpatroli di jalan menuju Desa Tal, Palestina, setelah insiden penembakan mematikan.   (AFP or licensors)

Israel Siapkan Operasi Besar-besaran di Tepi Barat Setelah Penembakan Mematikan di Dekat Tal

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Forces/IDF) tengah mempersiapkan operasi besar-besaran di Tepi Barat menyusul insiden penembakan mematikan yang terjadi di dekat Desa Tal, Palestina.

Oleh Nathan Morley

Militer Israel menyatakan sedang mempersiapkan operasi "besar-besaran" di wilayah Tepi Barat yang diduduki setelah insiden penembakan di dekat Desa Tal menewaskan enam orang.

Empat warga Palestina dan dua warga Israel tewas dalam peristiwa tersebut. Insiden itu menjadi kejadian paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Versi mengenai kronologi kejadian masih berbeda tajam.

Sejumlah warga Palestina mengatakan kepada media internasional bahwa penduduk desa berusaha menghadapi para pemukim Yahudi yang menyerang mereka. Menurut salah seorang saksi mata, tentara Israel kemudian tiba di lokasi dan melepaskan tembakan.

Sementara itu, militer Israel menyatakan pasukannya merespons laporan mengenai serangan terhadap sekelompok pejalan kaki. Menurut keterangan mereka, sejumlah orang bersenjata yang disebut sebagai "teroris" merebut senjata seorang petugas keamanan, membunuhnya, lalu ditembak mati oleh tentara Israel. Seorang warga Israel lainnya yang merupakan anggota militer juga tewas dalam insiden tersebut. Adapun tiga warga Palestina lainnya yang meninggal dunia dilaporkan berasal dari keluarga yang sama.

Hingga kini, keadaan sebenarnya yang menyebabkan kematian mereka belum dapat diverifikasi secara independen.

Setelah insiden tersebut, Pasukan Pertahanan Israel menyatakan sedang menyiapkan "operasi kontra-terorisme berskala besar" di wilayah tersebut.

Serangan para pemukim Israel terhadap warga Palestina beserta harta benda mereka di Tepi Barat meningkat tajam sejak perang di Gaza pecah, yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Penyusupan ke Kompleks Masjid Al-Aqsa

Insiden penembakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah ribuan pemukim Israel, didampingi sejumlah menteri pemerintah dan dikawal ketat aparat kepolisian, memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Tindakan tersebut menuai kecaman dari berbagai negara di kawasan Timur Tengah.

Liga Arab menyatakan bahwa aksi memasuki kompleks tersebut semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan menilainya sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengubah pengaturan yang selama ini berlaku di kawasan suci tersebut.

Kompleks yang dihormati umat Islam sebagai Al-Haram Al-Sharif dan oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount itu merupakan salah satu lokasi keagamaan paling sensitif di kawasan. Berdasarkan pengaturan yang telah berlaku selama puluhan tahun, umat Islam diperbolehkan beribadah di tempat tersebut, sedangkan pemeluk agama lain dapat berkunjung, tetapi tidak diperkenankan melaksanakan ibadah keagamaan di sana.

0..[ Audio Embed Dengarkan Reportase dari Nathan Morley (Bahasa Inggris)]

25 Jul 2026, 17:22