Asap tebal membumbung dari kebakaran hutan di dekat kawasan pantai Moutchic, Lacanau, Prancis barat daya, pada 24 Juli 2026. Asap tebal membumbung dari kebakaran hutan di dekat kawasan pantai Moutchic, Lacanau, Prancis barat daya, pada 24 Juli 2026.

Hampir 270.000 Orang Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol

Sekitar 200.000 orang terpaksa mengungsi di Prancis dan sekitar 70.000 lainnya di Spanyol ketika petugas pemadam kebakaran terus berjuang mengendalikan kobaran api yang meluas di kedua negara. Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat pada musim panas tahun ini semakin menyulitkan upaya pemadaman.

Vatican News

Hampir 270.000 orang telah dievakuasi dari berbagai wilayah di Prancis dan Spanyol akibat kebakaran hutan yang melanda kedua negara. Suhu musim panas yang sangat tinggi di Eropa Barat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar dengan cepat.

Musim panas tahun ini menjadi salah satu yang terpanas dalam sejarah Eropa Barat, ditandai dengan gelombang panas yang datang silih berganti. Menurut data Copernicus, layanan pemantauan perubahan iklim Uni Eropa, Juni 2026 tercatat sebagai bulan Juni terpanas yang pernah dialami kawasan tersebut.

BBC menjelaskan bahwa kondisi tersebut, ditambah cuaca yang sangat kering serta curah hujan yang berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah Prancis dan Spanyol, menyebabkan vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Angin kencang juga mempercepat penyebaran kobaran api.

Selain itu, musim dingin yang luar biasa basah sebelumnya telah memicu pertumbuhan vegetasi secara cepat dan melimpah. Ketika vegetasi tersebut mengering akibat panas musim panas, kondisinya berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar.

Situasi itu menciptakan kondisi yang hampir sempurna bagi meluasnya kebakaran hutan. Perubahan iklim juga meningkatkan risiko terjadinya gelombang panas di Eropa, yang merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Suhu rata-rata di kawasan ini meningkat lebih dari 0,5 derajat Celsius setiap dekade sejak tahun 1990-an.

Hampir 200.000 Orang Dievakuasi di Prancis

Wilayah barat daya Prancis menjadi daerah yang paling terdampak, terutama kawasan di sekitar Kota Bordeaux, seperti Gironde dan Landes, tempat hampir 200.000 orang terpaksa dievakuasi.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, kepada BBC mengatakan bahwa sekitar 98.000 hektare lahan telah terbakar di seluruh Prancis sejak awal tahun.

Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, menggambarkan kebakaran tersebut sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam unggahannya di platform media sosial X, ia mengatakan bahwa kebakaran di Gironde telah berkembang sedemikian besar hingga mampu menciptakan hembusan anginnya sendiri.

"Prioritas kami jelas, yaitu melindungi kehidupan manusia," ujarnya, seraya menegaskan bahwa perintah evakuasi "harus dipatuhi tanpa penundaan."

Pada Sabtu, pemerintah Prancis bersiap mengerahkan pesawat kargo berukuran besar yang telah dimodifikasi khusus untuk menjatuhkan bahan pemadam api ke wilayah kebakaran di Gironde.

Spanyol Menghadapi Masa-Masa Sulit

Sementara itu, sedikitnya 60.000 orang telah mengungsi di Spanyol akibat kebakaran yang terus mendekati wilayah sekitar ibu kota Madrid.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Sabtu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah "menyelamatkan nyawa" dan melindungi kawasan permukiman. Namun, ia juga mengingatkan bahwa negaranya masih akan menghadapi "jam-jam yang sulit" dalam upaya mengendalikan kebakaran tersebut.

Sánchez menambahkan bahwa sepanjang tahun ini sekitar 130.000 hektare kawasan hutan telah terbakar di Spanyol, meningkat dibandingkan rata-rata sekitar 100.000 hektare per tahun dalam satu dekade terakhir.

Kebakaran hutan juga melanda sejumlah wilayah lain di Eropa, termasuk Italia, tempat lebih dari 350 titik kebakaran terjadi di Sisilia, serta Skotlandia, di mana layanan darurat masih berupaya memadamkan kebakaran hutan yang telah berlangsung selama sepuluh hari di sebuah taman nasional.

Sumber: BBC, Associated Press

 

25 Jul 2026, 15:27