Cari

SCATTIDELGIORNO: Several injured in Israeli airstrike in southern Gaza

Gaza Menghadapi Berbagai Persoalan Kemanusiaan

Badan-badan kemanusiaan berupaya mencegah penyebaran penyakit di Gaza di tengah kondisi yang sangat padat dan situasi kesehatan masyarakat yang semakin memburuk.

Oleh Nathan Morley

Gencatan senjata di Gaza telah menjadi “ilusi yang kejam dan mematikan,” kata juru bicara UNICEF James Elder, sementara data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 250 anak Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.

Dalam pernyataan terbarunya, Elder mengatakan sedikitnya satu anak tewas setiap hari, sementara lebih dari 400 lainnya terluka, banyak di antaranya mengalami luka yang mengubah kehidupan mereka selamanya.

Ia mengatakan anak-anak tewas di tempat-tempat yang seharusnya aman—rumah, sekolah, dan tempat pengungsian—serta memperingatkan bahwa paparan terus-menerus terhadap kekerasan telah menyebabkan banyak dari mereka mengalami trauma psikologis berat.

Sementara itu, kondisi kemanusiaan di seluruh Gaza tetap sangat memprihatinkan.

Badan-badan bantuan melaporkan kekurangan parah minyak mesin, ban, dan suku cadang, yang mengancam operasi penyelamatan jiwa. Komite Internasional Palang Merah mengatakan produksi air telah turun menjadi sekitar 40 persen dari tingkat sebelum Oktober 2023 akibat kekurangan bahan kimia dan suku cadang.

Lebih dari 70 persen penduduk Gaza kini bergantung pada air minum yang diangkut dengan truk dan disediakan oleh UNRWA serta organisasi-organisasi mitra. Menurut Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), 1,1 juta anak menghadapi ketidakpastian akses terhadap air setiap hari.

Di tempat lain, PBB mendukung para petani yang berjuang membangun kembali lahan pertanian kecil mereka di wilayah-wilayah yang hancur akibat perang Hamas-Israel. PBB memperingatkan bahwa para petani “terdesak ke ruang yang semakin menyempit dengan cepat” di tengah aktivitas militer Israel yang terus berlangsung.

Di tengah semua situasi ini, Program Pangan Dunia (WFP) PBB telah mengeluarkan seruan mendesak agar akses menuju Gaza dipermudah sehingga lebih banyak warga Palestina dapat menerima bantuan penting.

Hanya ada satu titik penyeberangan yang terbuka menuju wilayah tersebut dari Israel, yakni di Kerem Shalom, yang terletak di bagian paling selatan Jalur Gaza.

18 Jul 2026, 13:25