AS melancarkan gelombang besar serangan terhadap Iran
Oleh Nathan Morley
Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran sebagai respons atas dugaan upaya serangan rudal balistik yang menargetkan pasukan Amerika pada Selasa, demikian disampaikan pihak militer AS.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) menyatakan puluhan sasaran yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah diserang. Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania serta terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Sementara itu, radio pemerintah Iran melaporkan tiga orang, termasuk seorang anak berusia dua tahun, tewas akibat serangan di Pulau Qeshm. Sejumlah lokasi lain di bagian selatan dan barat Iran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Serangan tersebut terjadi di tengah meluasnya konflik sepanjang pekan ini, yang juga ditandai dengan serangan gabungan pertama yang dikonfirmasi secara terbuka antara Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap kelompok-kelompok proksi yang didukung Iran di Irak.
Amerika Serikat dan Iran telah saling melancarkan serangan dan serangan balasan sejak gencatan senjata yang disepakati pada April runtuh pada Juni. Kesepakatan tersebut sebelumnya dimaksudkan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara kedua negara.
Di sisi lain, Pakistan pada Kamis menyatakan terus melanjutkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. Islamabad juga menyerukan agar kedua pihak kembali berpegang pada Nota Kesepakatan Islamabad.
"Perundingan antara kedua pihak masih terus berlangsung untuk menormalkan situasi, khususnya di Selat Hormuz, serta menurunkan eskalasi," kata Tahir Hussain Andrabi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, dalam konferensi pers di Islamabad.