Cari

Perang di Ukraina Perang di Ukraina   (AFP or licensors)

Rusia Kembali Gempur Ukraina, Seruan Perdamaian Kian Menguat

Sedikitnya 10 orang, termasuk empat anak-anak, terluka dalam serangan Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut. Di saat yang sama, satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya luka-luka dalam serangan terpisah di wilayah Odesa, ketika seruan internasional untuk mengakhiri perang terus menguat.

Oleh Stefan J. Bos

Otoritas Ukraina pada Jumat melaporkan bahwa sedikitnya 10 orang, termasuk empat anak-anak, mengalami luka-luka akibat serangan Rusia yang menghantam wilayah Kharkiv di bagian timur laut negara tersebut.

Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan sejumlah kebakaran besar yang terjadi setelah serangan. Beberapa kawasan permukiman dilaporkan terdampak. Foto-foto yang dirilis pemerintah Ukraina memperlihatkan para petugas mengevakuasi dan membantu para korban selamat, termasuk anak-anak.

Sementara itu, di wilayah Odesa, Ukraina selatan, Dinas Darurat Negara melaporkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Rusia yang terjadi secara terpisah.

Serangan Balasan Ukraina

Serangan terbaru tersebut terjadi sehari setelah Ukraina melancarkan salah satu operasi drone terbesar terhadap Rusia sejak perang pecah pada Februari 2022.

Pejabat Rusia menyatakan bahwa serangan itu menyasar sebuah kilang minyak dan sejumlah lokasi lain di sekitar Moskow. Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Menurut pihak berwenang Rusia, ratusan drone Ukraina berhasil dicegat di berbagai wilayah negara itu. Serangan tersebut juga mengganggu lalu lintas penerbangan di sekitar ibu kota Rusia dan merupakan bagian dari upaya Kyiv untuk menyerang infrastruktur militer dan energi Rusia.

Zelenskyy Harapkan Jalan Negosiasi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ia berharap tekanan yang semakin besar terhadap Rusia pada akhirnya dapat mendorong dimulainya perundingan untuk mengakhiri perang darat terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Meskipun pertempuran masih terus berlangsung, Zelenskyy menyampaikan optimisme yang hati-hati bahwa perang dapat berakhir sebelum musim dingin apabila Ukraina memperoleh tambahan bantuan militer dari negara-negara Barat.

Menurutnya, Ukraina membutuhkan paket bantuan baru dalam jumlah besar, termasuk ratusan roket untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan operasi militernya.

Uni Eropa Tegaskan Dukungan

Secara terpisah di Brussel, para pemimpin Uni Eropa kembali menegaskan dukungan mereka kepada Ukraina.

Salah satu pemimpin yang mendukung pernyataan bersama tersebut adalah Perdana Menteri Hungaria, Péter Magyar. Sikap ini dinilai mencerminkan perubahan penting dibanding pendekatan yang lebih bersahabat terhadap Rusia yang selama ini diasosiasikan dengan pendahulunya, Viktor Orbán.

Para pemimpin Eropa menuduh Rusia semakin meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap kota-kota serta infrastruktur Ukraina setelah gagal mencapai sejumlah tujuan militernya.

Mereka mendesak Moskow untuk menyetujui “gencatan senjata penuh dan segera” serta terlibat dalam “perundingan yang bermakna” guna mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Uni Eropa juga menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Rusia dan melanjutkan berbagai langkah yang bertujuan mengurangi kemampuan negara tersebut dalam membiayai perang.

Harapan Perdamaian Masih Terbuka

Di tengah berlanjutnya operasi militer, saling tuding, dan tuduhan spionase antara kedua pihak, prospek dimulainya kembali pembicaraan damai masih belum pasti.

Namun demikian, komunitas internasional, termasuk Takhta Suci, terus menyerukan penghentian konflik melalui jalan damai.

Perang yang dimulai dengan invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 itu kini telah memasuki tahun kelima dan telah menimbulkan penderitaan besar serta korban jiwa yang sangat banyak, baik di pihak Ukraina maupun Rusia.

Dengarkan Reportase dari Stefan J. Bos (Bahasa Inggris)
19 Jun 2026, 15:40