Perjalanan pelayanan Comunità Volontari per il Mondo (CVM) di Ethiopia dimulai pada tahun 1980 Perjalanan pelayanan Comunità Volontari per il Mondo (CVM) di Ethiopia dimulai pada tahun 1980  (@Focsiv)

LSM Italia Bantu Hadirkan Air Bersih di Desa-Desa di Ethiopia

Lima sistem penyediaan air bersih yang dibangun melalui kerja sama dengan pemerintah distrik Basketo, Semen Ari, dan Geze Gofa kini menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat desa. Proyek ini didukung oleh Comunità Volontari per il Mondo (CVM), sebuah organisasi non-pemerintah asal Italia yang telah berkarya di Ethiopia sejak tahun 1980

Oleh Vincenzo Giardina

Beberapa pekan lalu, sebuah perayaan digelar di wilayah selatan Ethiopia untuk menandai selesainya pembangunan lima sistem penyediaan air bersih.

Air dan energi merupakan tantangan besar di kawasan perbukitan yang menjulang menuju dataran tinggi tersebut. Kekeringan berkepanjangan membuat pasokan air semakin tidak menentu, sehingga tidak ada ruang untuk pemborosan.

“Mulai sekarang, sangat penting untuk merawat sistem air ini dengan mengatakan: ‘Ini milik kita,’ dan dengan menyadari bahwa sistem ini adalah milik setiap individu sekaligus seluruh komunitas,” kata Gezachew Belay, administrator bidang air dan energi di Distrik Ari, Ethiopia selatan.

Menurutnya, masyarakat desa harus memiliki rasa tanggung jawab yang kuat agar layanan ini dapat terus berjalan bukan hanya hari ini, tetapi juga di masa depan.

Sekelompok perempuan di Ethiopia selatan mengikuti program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Comunità Volontari per il Mondo (CVM), organisasi non-pemerintah asal Italia yang tergabung dalam federasi Focsiv
Sekelompok perempuan di Ethiopia selatan mengikuti program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Comunità Volontari per il Mondo (CVM), organisasi non-pemerintah asal Italia yang tergabung dalam federasi Focsiv   (@Focsiv)

Pipa Sepanjang Sepuluh Kilometer

Saat ini, air yang mengalir dari keran-keran warga berasal dari mata air pegunungan dan disalurkan melalui jaringan pipa sepanjang sepuluh kilometer dengan perbedaan ketinggian sekitar 600 meter.

Seluruh sistem bekerja secara alami dengan memanfaatkan gaya gravitasi, tanpa memerlukan pompa. Namun keberhasilan proyek tersebut tidak diraih dengan mudah.

Proses pembangunan dan pemantauan jaringan distribusi air bersih dilakukan untuk memastikan pasokan air dari sumber pegunungan dapat menjangkau desa-desa di Ethiopia selatan.
Proses pembangunan dan pemantauan jaringan distribusi air bersih dilakukan untuk memastikan pasokan air dari sumber pegunungan dapat menjangkau desa-desa di Ethiopia selatan.

“Sejauh ini kami telah membangun lima sistem penyediaan air bekerja sama dengan pemerintah distrik Basketo, Semen Ari, dan Geze Gofa,” kata Attilio Ascani, koordinator proyek CVM (Community of Volunteers for the World), organisasi kemanusiaan Italia yang tergabung dalam federasi Focsiv.

“Dari wilayah Angila, misalnya, kami memperkirakan dapat menyediakan air bersih bagi empat desa dengan total populasi sekitar 6.000 jiwa.”

Layanan tersebut didukung oleh Pemerintah Italia melalui dana program 8xmille yang dialokasikan kepada Gereja Katolik.

Air diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat karena, menurut para pengelola proyek, air merupakan kebutuhan yang tak ternilai harganya.

Tantangan Kesehatan Masyarakat

“Sebagian besar penduduk di wilayah ini masih belum memiliki akses terhadap air minum yang aman,” jelas Ascani.

“Hanya sekitar 30 hingga 40 persen populasi yang memiliki akses terhadap sumber air bersih. Situasi ini juga menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat akibat berbagai penyakit yang ditularkan melalui air.”

Ethiopia sendiri merupakan negara yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat. Pada tahun 2026, negara ini masih termasuk salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Afrika, dengan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto mencapai 9,2 persen.

Pembangunan bendungan untuk menghasilkan listrik dan mendukung perkembangan industri tetap menjadi salah satu prioritas pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed.

Namun demikian, kesenjangan pembangunan antarwilayah masih cukup besar. Distrik Basketo, Semen Ari, dan Geze Gofa termasuk di antara wilayah paling rentan di negara tersebut.

Dengarkan laporan kami (Bahasa Inggris)

Menurut UNICEF, sedikitnya 60 persen penyakit menular di Ethiopia berkaitan dengan kurangnya akses terhadap air minum yang aman dan fasilitas sanitasi yang memadai. Penyakit diare juga masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak-anak.

Lima Puluh Tahun Komitmen untuk Air Bersih

Karya CVM di Ethiopia bermula dari pelayanan di bidang air bersih. Pada tahun 1980, dua relawan pertama organisasi tersebut tiba di Ethiopia untuk menjalankan berbagai proyek teknik penyediaan air.

Menurut Degfe Getachew, administrator lainnya di Distrik Ari, komitmen tersebut tetap relevan hingga saat ini. “Komunitas kami telah mengalami banyak penderitaan akibat malaria dan berbagai penyakit lain yang berkaitan dengan kurangnya akses terhadap air bersih,” katanya.

Warga mengikuti pertemuan komunitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeliharaan sistem penyediaan air bersih.
Warga mengikuti pertemuan komunitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeliharaan sistem penyediaan air bersih.   (@Focsiv)

Di antara warga yang kini menikmati manfaat proyek tersebut adalah Burte, seorang ibu yang sedang mengantre sambil membawa jeriken dan menggendong anaknya.

“Air adalah kehidupan. Tanpa air kami tidak bisa bertahan hidup. Sekarang kami bahagia, terutama kami para ibu,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Sadichana, warga Desa Sefera.

“Selama bertahun-tahun kami minum air dari sungai dan selalu menghadapi risiko sakit,” kenangnya.

“Sekarang akhirnya air bersih mengalir ke desa kami. Kami akan menjaganya dengan baik.”

28 Jun 2026, 16:31