Sedikitnya Lima Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Berlaku
Oleh Nathan Morley
Sedikitnya lima orang tewas dalam serangkaian serangan udara dan serangan pesawat nirawak Israel yang menghantam sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Media lokal melaporkan bahwa tiga orang tewas akibat serangan udara, satu orang meninggal dalam serangan pesawat nirawak, dan satu korban lainnya tewas setelah sebuah drone menghantam sepeda motor yang dikendarainya.
Kekerasan tersebut terjadi kurang dari satu hari setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada Jumat sore.
Sebelumnya, gelombang serangan Israel pada Jumat menewaskan sedikitnya 47 orang dan melukai 97 lainnya di berbagai wilayah Lebanon.
Gencatan senjata diumumkan setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Lebanon terseret ke dalam konflik pada Maret lalu setelah kelompok Hezbollah meluncurkan roket dan pesawat nirawak ke wilayah Israel.
Sebagai respons, Israel melancarkan kampanye pengeboman berskala besar dan hingga kini masih menguasai sekitar lima persen wilayah Lebanon di bagian selatan.
Konflik yang berkepanjangan telah menyebabkan sekitar satu juta warga mengungsi, sementara puluhan komunitas di Lebanon selatan mengalami kerusakan berat atau bahkan hancur sepenuhnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, kehancuran meluas telah merusak rumah-rumah penduduk, sekolah, serta berbagai layanan dasar masyarakat, termasuk sistem penyediaan air bersih dan sanitasi.