Asap mengepul dari wilayah Lebanon selatan, terlihat dari Nabatieh Asap mengepul dari wilayah Lebanon selatan, terlihat dari Nabatieh 

Iran dan Amerika Serikat Mulai Perundingan Final Setelah Nota Perdamaian

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengatakan perundingan mengenai perjanjian dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat mendatang.

Oleh Nathan Morley

Setelah berminggu-minggu melakukan perundingan, sebuah perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengatakan bahwa negosiasi mengenai perjanjian final dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat, setelah kedua pihak secara resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri perang.

Dengarkan Reportase dari Nathan Morley (Bahasa Inggris)

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi di Teheran dalam sebuah pengarahan kepada para diplomat asing. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan isi nota perdamaian yang telah diselesaikan Iran dan Amerika Serikat pada Minggu lalu dengan mediasi Pakistan.

Washington, Islamabad, dan Teheran mengonfirmasi pada Senin pagi bahwa nota kesepahaman tersebut telah rampung setelah beberapa pekan pembicaraan intensif dan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat.

Namun demikian, harian Financial Times melaporkan bahwa aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz kemungkinan tidak akan segera kembali normal meskipun telah dicapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut. Surat kabar itu mengutip pernyataan pimpinan perusahaan operator kapal tanker Mitsui OSK Lines.

Konflik bermula pada 28 Februari ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran.

Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.

Dalam perkembangan lain, militer Israel melancarkan serangan baru di wilayah Lebanon selatan pada Rabu, meskipun kembali mendapat kritik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait operasi militernya di kawasan tersebut.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa jet-jet tempur Israel menyerang kawasan Nabatieh al Fawqa serta wilayah pinggiran Kfar Tebnit yang berada di dekatnya.

Kekerasan di Lebanon selatan memang mulai mereda sejak diumumkannya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Meskipun demikian, sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel sejak kesepakatan itu diumumkan kepada publik.

17 Jun 2026, 18:10