2026.06.01 EBU

EBU: Lindungi Radio sebagai Benteng Kebebasan dan Pluralisme

“Digital Networks Act” saat ini sedang dibahas di tingkat Eropa, dengan tujuan mengatur lanskap komunikasi dan informasi di benua tersebut untuk tahun-tahun mendatang. European Broadcasting Union (EBU) menekankan pentingnya peran radio agar tidak dikorbankan di era digital. Keberadaan penerima radio di dalam kendaraan bermotor dinilai sebagai hal yang esensial.

Di tengah derasnya revolusi teknologi yang dipicu kecerdasan buatan, radio ternyata masih bertahan sebagai media yang paling dipercaya warga Eropa untuk memperoleh informasi. Lebih dari itu, radio dipandang sebagai penjaga kebebasan, penopang pluralisme, dan bagian penting dari sistem demokrasi.

Pandangan ini disampaikan Alessandro Gisotti, Wakil Direktur Media Vatikan sekaligus perwakilan Radio Vatikan di European Broadcasting Union (EBU), tempat ia juga menjabat sebagai Presiden Grup Berita Radio dan Audio. Dalam wawancara dengan Luca Collodi di program Radio Vatikan “Sound Magazine”, ia menyoroti perdebatan di Eropa terkait Digital Networks Act (DNA), regulasi besar yang akan membentuk masa depan sistem komunikasi di benua tersebut.

Menurut Gisotti, salah satu hal yang menjadi perhatian utama EBU adalah memastikan radio tetap mudah diakses, terutama di kendaraan bermotor.

Regulasi baru komunikasi digital Eropa

Digital Networks Act saat ini tengah dibahas di tingkat Uni Eropa. Regulasi ini akan menjadi kerangka utama yang mengatur lanskap komunikasi digital Eropa dalam beberapa tahun mendatang.

Gisotti menjelaskan, aturan ini lahir untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan, sekaligus menyatukan berbagai regulasi yang selama ini tersebar di masing-masing negara.

Namun, cakupannya tidak hanya soal infrastruktur digital, konektivitas, dan jaringan internet cepat. Lebih dari itu, DNA juga akan menentukan bagaimana informasi—baik yang dibaca, ditonton, maupun didengar warga Eropa—akan diatur ke depan. Karena itu, menurutnya, isu ini pada dasarnya menyangkut kesehatan demokrasi itu sendiri.

Proses pembahasan masih panjang dan ditargetkan selesai pada 2027, dengan melibatkan Komisi Eropa, Parlemen, dan Dewan Uni Eropa, serta berbagai pemangku kepentingan: dari media publik, operator telekomunikasi, hingga raksasa teknologi.

Radio di mobil jadi isu kunci

Salah satu isu paling krusial dalam pembahasan ini adalah keberadaan radio di dalam mobil.

Dalam pertemuan Radio Assembly of Europe di Sofia pada April lalu, EBU menegaskan perlunya aturan yang mewajibkan produsen mobil tetap menyediakan radio terestrial di setiap kendaraan baru yang dipasarkan di Uni Eropa. Inisiatif ini dikenal dengan nama “Radio Ready”.

EBU juga mendorong agar kebijakan tersebut diadopsi dalam DNA, baik melalui FM maupun radio digital seperti DAB/DAB+, mengingat setiap negara Eropa memiliki transisi teknologi yang berbeda.

Radio tetap dominan di ruang publik

Menurut Gisotti, mobil merupakan ruang utama konsumsi radio di Eropa. Sekitar 60 persen pendengar radio mengaksesnya saat sedang berkendara.

Karena itu, ketersediaan radio di mobil bukan hanya soal kebiasaan mendengar, tetapi juga akses terhadap informasi publik yang tepercaya, mulai dari berita hingga informasi lalu lintas. Selain itu, radio dinilai lebih aman dibanding penggunaan ponsel saat berkendara, yang kerap menjadi penyebab kecelakaan.

Benteng demokrasi yang masih relevan

Di tengah perubahan lanskap media, Gisotti menegaskan bahwa radio tetap memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi.

Radio disebut sebagai media universal: gratis, mudah diakses, dan dapat digunakan dalam situasi darurat—seperti saat perang di Ukraina atau pemadaman listrik besar di Semenanjung Iberia.

Berbagai survei di Eropa juga menunjukkan bahwa radio masih menjadi media yang paling dipercaya publik. Karena itu, menurut EBU, radio harus dilindungi sebagai pilar penting pluralisme informasi.

Atas dasar itu, Digital Networks Act diharapkan tidak hanya mengatur ekosistem digital, tetapi juga memastikan keberlangsungan radio sebagai bagian vital dari kehidupan publik di Eropa.

01 Jun 2026, 12:07