Di Roma, Para Duta Besar Afrika Rayakan Ketangguhan dan Budaya Benua Afrika
Oleh Françoise Niamien – Kota Vatikan
Berlandaskan nilai persatuan dan persaudaraan, para anggota kelompok duta besar negara-negara Afrika yang berkedudukan di Roma dan diakreditasi untuk Takhta Suci merayakan Hari Afrika bersama warga Afrika lainnya yang tinggal di Roma. Sejumlah tamu dari luar Afrika juga turut menghadiri perayaan tersebut.
Perayaan berlangsung di Casa Bonus Pastor, Roma, dan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Kardinal Francis Arinze, Prefek Emeritus Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen. Dalam homilinya, Kardinal kelahiran Nigeria itu menyampaikan pesan perdamaian, persatuan, dan persaudaraan bagi seluruh benua Afrika yang saat ini masih dilanda berbagai konflik seperti perang, kekerasan, terorisme, korupsi, serta kelaparan di sejumlah wilayah.
Hidangan khas Afrika dalam acara tersebut
Persatuan dalam keberagaman
Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan pameran seni dan sajian berbagai kuliner khas dari negara-negara Afrika yang diwakili. Momen tersebut menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi yang mempertemukan para diplomat beserta para tamu mereka dalam semangat persaudaraan Afrika.
Aula utama Casa Bonus Pastor dihiasi dengan warna-warni bendera dari 16 negara anggota kelompok duta besar Afrika.
Duta Besar Kamerun untuk Takhta Suci sekaligus Dekan Korps Diplomatik Afrika, Antoine Zanga, mengungkapkan kegembiraannya atas penyelenggaraan acara tersebut.
"Persaudaraan dan persatuan di antara negara-negara kita harus terus menjadi sesuatu yang kita perjuangkan," ujarnya.
Duta Besar Kamerun itu juga menyampaikan harapannya akan lahirnya sebuah benua Afrika yang semakin berdamai, bersatu, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.
Berbicara dengan satu suara
Duta Besar Senegal untuk Takhta Suci, Isidore Marcel Sene, memuji pertemuan tersebut sebagai sebuah pesan persaudaraan bagi anak-anak dari benua yang sama, meskipun tengah menghadapi berbagai tantangan.
"Satu Afrika, yang tidak terpisahkan, berbicara dengan satu suara agar dapat lebih didengar," tegas diplomat asal Senegal itu.
Sementara itu, Duta Besar Burkina Faso untuk Takhta Suci, Régis Kévin Bakyono, menekankan bahwa terwujudnya persatuan Afrika yang sejati dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan perubahan cara pandang.
"Kita harus membungkam segala sesuatu yang memecah belah kita dengan memperbaiki apa yang harus diperbaiki dan mengambil tindakan nyata, sambil mengandalkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kita miliki sendiri," katanya.
Ia menambahkan, "Dengan cara itulah kita memiliki peluang besar untuk mewujudkan persatuan Afrika sekaligus pembangunan yang berkelanjutan."
Perayaan Ekaristi
Kelompok duta besar negara-negara Afrika yang berkedudukan di Roma dan diakreditasi untuk Takhta Suci terdiri atas enam belas negara, yaitu Angola, Burundi, Burkina Faso, Kamerun, Pantai Gading, Gabon, Ghana, Guinea Khatulistiwa, Mesir, Maroko, Mozambik, Nigeria, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, dan Senegal.