Asap membubung dari wilayah Lebanon selatan setelah serangan udara Israel menghantam kawasan tersebut di tengah berlanjutnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah. Asap membubung dari wilayah Lebanon selatan setelah serangan udara Israel menghantam kawasan tersebut di tengah berlanjutnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah. 

Sedikitnya 18 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

Sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan pada Jumat dini hari. Di saat yang sama, Israel mengonfirmasi empat tentaranya juga tewas dalam pertempuran yang masih berlangsung di kawasan perbatasan.

Oleh Nathan Morley

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia akibat serangan udara Israel yang terjadi semalam di wilayah selatan negara itu.

Sementara itu, pihak Israel mengonfirmasi bahwa empat personel militernya juga tewas dalam pertempuran yang berlangsung di kawasan tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi meskipun sebelumnya telah tercapai kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya tidak akan mentoleransi serangan terhadap pasukan Israel dan akan memberikan “harga yang sangat mahal” kepada Hizbullah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menyerang 80 lokasi yang dikaitkan dengan Hizbullah dan menewaskan “puluhan” anggota kelompok tersebut.

Serangan-serangan itu terjadi setelah penandatanganan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis. Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri konflik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk penghentian permanen permusuhan di Lebanon.

Namun demikian, Israel dan Hizbullah masih terus saling melancarkan serangan sejak perjanjian itu diumumkan. Situasi tersebut memunculkan keraguan mengenai keberlangsungan dan efektivitas gencatan senjata yang menjadi bagian dari kesepakatan AS-Iran.

Perjanjian tersebut menyerukan penghentian pertempuran di seluruh medan konflik serta penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon.

Di sisi lain, Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon. Pemerintah Israel juga berpendapat bahwa konflik melawan Hizbullah merupakan persoalan yang terpisah dari konfrontasinya dengan Iran.

Bentrokan lintas perbatasan masih terus berlangsung meskipun berbagai kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi lebih lanjut di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

Dengarkan Reportase dari Nathan Morley (Bahasa Inggris)
19 Jun 2026, 14:48