Universitas-universitas Katolik menawarkan seni sebagai cara menghadapi persoalan dunia masa kini
Vatican News
Dalam beberapa bulan mendatang, berbagai negara di seluruh dunia akan menjadi tuan rumah karya-karya seni dalam bentuk pameran, karya pesanan, publikasi, dan program-program publik. Prakarsa internasional yang diberi nama “Seni Tiga Tahunan Universitas universitas Katolik” ini dipromosikan oleh Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan Takhta Suci serta mempertemukan para seniman, universitas-universitas Katolik, kurator, dan lembaga-lembaga kebudayaan.
Prakarsa ini bermula sebagai sebuah proyek yang didedikasikan bagi penciptaan artistik, penelitian akademis, dan dialog, sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers Dikasteri. Triennial ini secara khusus mengeksplorasi bagaimana seni dapat berperan dalam menghadapi persoalan-persoalan paling relevan di dunia saat ini.
Triennial tersebut akan berlangsung sepanjang tahun 2026–2027 dan akan ditutup di Venesia.
Pameran perdana
Edisi perdana yang berjudul “Latihan Dalam Berempati) akan diselenggarakan di berbagai kota di seluruh dunia: Rio de Janeiro, Santiago, Bogotá, Boston, Milan, Lisbon, dan Luanda. Dengan mempertemukan berbagai universitas dan mitra, pameran ini akan merefleksikan peran pendidikan tinggi, hubungan antarmanusia, dan konsep empati.
Ensiklik Paus Leo XIV, Magnifica humanitas, menunjukkan bahwa kecerdasan buatan “mungkin ... mennsimulasikan empati dan pemahaman, tetapi tidak memahami apa yang dihasilkannya, karena tidak memiliki perspektif afektif, relasional, dan spiritual yang melaluinya manusia bertumbuh dalam kebijaksanaan” (MH, no. 99).
Triennial ini berfokus pada penyediaan ruang untuk menggali lebih dalam perdebatan publik mengenai upaya menjaga apa yang pada dasarnya merupakan ciri kemanusiaan.
Pusat kreativitas
Prefek Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan, Kardinal José Tolentino de Mendonça, mengingatkan bagaimana, dalam apa yang kini menjadi Magna Carta bagi universitas-universitas Katolik, Paus Yohanes Paulus II menggambarkan universitas sebagai “pusat-pusat kreativitas dan pengaruh yang memancar”. Menurut Kardinal Tolentino, melalui ungkapan tersebut Paus Yohanes Paulus II sedang menetapkan sebuah program yang dipanggil untuk diwujudkan oleh setiap generasi dengan energi yang diperbarui (Ex corde Ecclesiae).
“Jika ada satu kata yang mampu mengungkapkan identitas universitas-universitas Katolik dan visi integralnya tentang pendidikan, kata itu adalah empati. Empati berada pada asal mula proyek universitas ini.”
Universitas merupakan komunitas pendidikan dan memperkuat kemampuan manusia untuk mencipta—menghasilkan gagasan-gagasan baru, menyatukan kembali apa yang sebelumnya terpisah, serta membayangkan bentuk-bentuk dunia yang baru. Universitas hendaknya dipandang sebagai undangan untuk mengambil bagian dalam tindakan “ko-kreasi”, bukan sekadar sebagai latihan teknis dalam pengulangan.
Sekali lagi, dalam Magnifica humanitas, Paus Leo mendorong universitas-universitas untuk menghadapi kompleksitas dunia masa kini dengan kreativitas dan mengabdikan diri untuk “menjadikan kehidupan masyarakat kita lebih adil dan bersaudara” (MH, no. 47).
“Sebuah keluarga yang mendidik untuk berempati membentuk pribadi-pribadi yang mampu menghadapi perbedaan tanpa rasa takut. Sebuah universitas yang menumbuhkan empati mempersiapkan para profesional yang tidak mereduksi orang lain menjadi sekadar data atau fungsi. Sebuah tempat kerja yang dibentuk oleh empati menjadi tempat saling mengakui dan menghargai, bukan sekadar tempat mengejar produktivitas.”
Seni Tiga Tahunan Universitas Katolik ini berupaya memberikan tanggapan positif terhadap seruan Paus tersebut.
Universitas dan jadwal pelaksanaan
Tujuh universitas ambil bagian dalam edisi pertama Triennial ini:
- Pontifícia Universidade Católica do Rio de Janeiro, Brasil
- Pontificia Universidad Católica de Chile, Cile
- Pontificia Universidad Javeriana, Kolombia
- Boston College, Amerika Serikat
- Università Cattolica del Sacro Cuore, Milan, Italia
- Universidade Católica Portuguesa, Lisbon, Portugal
- Universidade Católica de Angola, Luanda, Angola
Masing-masing universitas akan memiliki tanggal pembukaan dan penutupan pameran yang berbeda:
- 27 Agustus — Brasil | Pontifícia Universidade Católica do Rio de Janeiro, hingga 15 November 2026
- 3 September — Chile | Santiago – Pontificia Universidad Católica de Chile, hingga 22 November 2026
- 9 September — Kolombia | Bogotá – Pontificia Universidad Javeriana, hingga November 2026
- 23 September — Amerika Serikat | Boston College, hingga Desember 2026
- 6 Oktober — Italia | Milan – Università Cattolica del Sacro Cuore, hingga Desember 2026
- 12 Oktober — Portugal | Lisbon – Universidade Católica Portuguesa, hingga 15 Desember 2026
- 29 Oktober — Angola | Luanda – Universidade Católica de Angola, hingga 20 Desember 2026
“Konsep empati menawarkan kepada Triennial Seni Kontemporer Pertama Universitas-universitas Katolik sebuah kesempatan yang kaya untuk mempertemukan estetika dan etika dalam dialog, sekaligus mengundang setiap bidang pengetahuan untuk terlibat dalam percakapan lintas disiplin. Konsep ini mendekatkan kita satu sama lain melalui praktik saling mengakui dan menghargai yang menuntut kesungguhan dan kesabaran, namun sekaligus sangat berharga.”