Kardinal Parolin: Perdamaian dimulai dengan empati terhadap penderitaan sesama
Vatican News
Hari Rabu, 5 Agustus, Kardinal Pietro Parolin bertemu dengan para perwakilan Dialog Nasional untuk Perdamaian guna mendengarkan secara langsung pengalaman mereka dalam mengupayakan perdamaian di berbagai wilayah negara tersebut, demikian disampaikan dalam pernyataan Konferensi Waligereja Meksiko.
Pertemuan itu mempertemukan para akademisi, pejabat pemerintah, pemimpin agama, para ibu yang mencari anggota keluarga mereka yang hilang, anggota kepolisian, pemimpin dunia usaha, serta perwakilan dari negara bagian San Luis Potosí, Oaxaca, Querétaro, Puebla, Negara Bagian Meksiko, dan Mexico City.
Kardinal Parolin menekankan bahwa perdamaian dimulai dengan empati terhadap penderitaan sesama, seraya merujuk pada kesaksian seorang ibu yang sedang mencari putranya yang hilang di negara bagian Puebla.
Ia mengingatkan bahwa perdamaian merupakan sebuah karya yang membutuhkan ketekunan—sesuatu yang dibangun dengan sabar, hari demi hari. Ia mendorong semua yang hadir agar tidak kehilangan semangat dalam upaya mereka. Menurutnya, pengalaman ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi berbagai wilayah lain di dunia yang juga dilanda kekerasan.
Konferensi Waligereja Meksiko juga mencatat bahwa para peserta membagikan sejumlah contoh kerja sama dalam membangun perdamaian. Salah satu kesaksian menggambarkan upaya bersama antara organisasi keluarga yang mencari orang-orang terkasih yang hilang dan para pejabat pemerintah di negara bagian Puebla. Hal ini menunjukkan bagaimana Dialog Nasional untuk Perdamaian telah menjadi wadah pembinaan bagi kepemimpinan sipil dan politik.
Seorang anggota kepolisian dari Ecatepec berbicara mengenai kerja sama antara berbagai Gereja Kristen untuk memajukan perdamaian dan menerapkan model pemolisian berbasis masyarakat.
Para perwakilan dari Querétaro menggunakan gambaran balero, sebuah permainan tradisional berupa bola dan tongkat berbentuk cangkir, untuk menggambarkan bagaimana Dialog Nasional menjadi benang yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Sementara itu, para perwakilan dari Oaxaca menjelaskan bahwa Dialog Nasional telah memberikan penghiburan dan dukungan kepada para imam yang melayani di wilayah-wilayah berisiko tinggi. Perwakilan dari San Luis Potosí menyoroti tantangan untuk mendorong lebih banyak paroki agar terlibat dalam karya membangun perdamaian.
Kardinal Pietro Parolin mendengarkan dengan penuh perhatian para anggota Dialog Nasional untuk Perdamaian dan menyatakan solidaritasnya terhadap upaya mereka sehari-hari untuk terus tekun dalam karya membangun perdamaian yang membutuhkan kesabaran.
Ia mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan sumber harapan bagi banyak wilayah di negara itu yang menderita akibat kekerasan. Ia juga menegaskan bahwa gerakan tersebut mendapat dukungan dari Takhta Suci.
Para peserta menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan terhadap karya mereka serta atas keinginan Kardinal Parolin untuk tetap dekat dengan mereka dalam komitmen bersama membangun perdamaian.