Cari

Pameran fotografi baru yang menghadap ke taman-taman Italia"  di  Borgo Laudato si’ di Taman Kepausan Kastel Gandolfo (Mauro Salvatori, Yayasan  Monaco Pangeran Albert II) Pameran fotografi baru yang menghadap ke taman-taman Italia" di Borgo Laudato si’ di Taman Kepausan Kastel Gandolfo (Mauro Salvatori, Yayasan Monaco Pangeran Albert II)  (© Mauro Salvatori, The Prince Albert II of Monaco Foundation)

Pameran "Manusia dan Alam: Keseimbangan yang Rapuh" Dibuka di Borgo Laudato si’

pm

Oleh Vatican News

Pameran fotografi bertajuk "Manusia dan Alam: Keseimbangan yang Rapuh" (Man and Nature: Fragile Balances) diresmikan pada Jumat, 3 Juli, di Borgo Laudato si’, yang terletak di Taman Kepausan Kastel Gandolfo.

Pameran yang dipromosikan oleh cabang Italia  Yayasan Pangeran Albert II Monaco  yang bekerja sama dengan Yayasan Pemuda Yohanes Paulus II  ini akan berlangsung hingga 30 Juli, untuk memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk menikmati sekaligus merenungkan tempat manusia di tengah ciptaan Allah.

Konferensi di Borgo Laudato Si’ sebelum  pembukaan pangeran (Mauro Salvatori, Yayasan Pangeran Albert II Monaco)
Konferensi di Borgo Laudato Si’ sebelum pembukaan pangeran (Mauro Salvatori, Yayasan Pangeran Albert II Monaco)   (© Mauro Salvatori, The Prince Albert II of Monaco Foundation)

Pameran ini menampilkan foto-foto Pemenang Fotografi untuk Lingkungan Hidup yang diselenggarkan Yayasan Pangeran Albert II Monaco. Kegiatan tersebut diselenggarakan di bawah naungan Kedutaan Besar Kepangeranan Monako untuk Takhta Suci, dengan dukungan Borgo Laudato si’, Fondazione Scudieri, Delta Ingegneria, dan GIMET.

Melalui karya-karya fotografi tersebut, para pengunjung diajak menyadari keterkaitan yang mendalam antara seluruh bentuk kehidupan. Keanekaragaman hayati ditampilkan sebagai fondasi keseimbangan bumi, sementara setiap gangguan terhadap harmoni tersebut pada akhirnya akan berdampak pada umat manusia. Pameran ini juga mengundang setiap orang untuk mengagumi keindahan ciptaan sekaligus menyadari rapuhnya ekosistem serta tanggung jawab bersama untuk melindunginya.

Setelah sebelumnya digelar di Roma dan Castel Gandolfo, pameran ini akan melanjutkan perjalanannya ke berbagai kota lain di Italia.

"Merawat Ciptaan: Mengenal agar Dapat Bertindak"

Sesaat sebelum peresmian pameran, diselenggarakan konferensi bertajuk "Merawat Ciptaan: Mengenal agar Dapat Bertindak", yang menghadirkan perspektif spiritual, ilmiah, dan budaya mengenai rapuhnya keseimbangan antara manusia dan lingkungan.

Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin Gereja, anggota korps diplomatik, pejabat lembaga, akademisi, ilmuwan, para pakar, serta kalangan bangsawan untuk bersama-sama merefleksikan tantangan ekologi integral, perlindungan keanekaragaman hayati, dan tanggung jawab bersama dalam merawat rumah kita bersama.

Para peserta disambut oleh Kardinal Fabio Baggio, Direktur Jenderal Pusat  Laudato si’ untuk Pendidikan Tinggi,  yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut sekaligus membuka pintu sebuah tempat yang didedikasikan untuk membangun kesadaran dan mendorong tindakan nyata dalam menghadapi tantangan ekologis zaman ini. Program diawali dengan kunjungan terpandu ke Borgo Laudato si’, yang memperkenalkan sebuah proyek sebagai wujud nyata komitmen Takhta Suci dalam memajukan ekologi integral.

Taman Kastel Kepausan Gandolfo
Taman Kastel Kepausan Gandolfo   (© Mauro Salvatori, The Prince Albert II of Monaco Foundation)

Setelah sambutan dari Marco Colasanti, Presiden cabang Italia  Yayasan Prince Albert II of Monaco Foundation, dan Daniele Bruno, Presiden Yayasan Pemuda Yohanes Paulus II, diskusi menghadirkan Kardinal Fabio Baggio, Direktur Jenderal Laudato si’ Centre Untuk Pendidikan Tinggi; Prof. Danilo Mollicone, pejabat kehutanan pada Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO); serta Prof. Fabio Attorre, Direktur Kebun Raya Roma. Diskusi dimoderatori oleh Deborah Castellano Lubov, jurnalis Vatican News – Radio Vatikan.

Dalam sambutannya, Marco Colasanti menegaskan bahwa, "Kita sedang hidup pada saat ketika pemahaman saja tidak lagi cukup. Kini kita dipanggil untuk mengubah pengetahuan menjadi tanggung jawab, dan tanggung jawab menjadi tindakan nyata." Ia menekankan bahwa perlindungan lingkungan berkaitan erat dengan martabat manusia, kualitas hidup, keadilan sosial, dan masa depan generasi muda. Menurutnya, hanya melalui dialog antara budaya, ilmu pengetahuan, lembaga-lembaga, dan spiritualitas, model pembangunan yang sungguh berlandaskan penghormatan terhadap ciptaan dapat diwujudkan.

Colasanti juga mengingatkan bahwa "kita tidak dapat melindungi apa yang tidak kita kenal," seraya menegaskan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan dari alam karena merupakan bagian utuh darinya, dalam suatu keseimbangan yang sekaligus luar biasa dan rapuh. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kardinal Baggio atas kesempatan menyelenggarakan pameran tersebut di Vatikan.

Tugas untuk Melindungi Ciptaan

Daniele Bruno, Presiden  Yayasan Kepemudan Yohanes Paulus II, menegaskan bahwa keindahan ciptaan "bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah panggilan," dan "bukan sebuah hak istimewa, melainkan sebuah kewajiban." Ia menyoroti peran penting kaum muda dalam menjaga kelestarian ciptaan.

Bruno juga menekankan komitmen yayasannya dalam memajukan kepedulian terhadap ciptaan dan membangun semangat persaudaraan di kalangan kaum muda, khususnya melalui penyelenggaraan Hari Orang Muda Sedunia sejak tahun 2013.

Ia selanjutnya mengingatkan pentingnya menghayati dan membagikan ajaran para Paus mengenai persaudaraan serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, sebagaimana tertuang dalam dokumen-dokumen seperti Laudato si', Fratelli tutti, dan dokumen terbaru Magnifica humanitas. Dalam dokumen tersebut, Paus Leo mengajak semua orang, termasuk generasi muda, untuk mengembangkan "tanggung jawab bersama yang berani."

Bruno juga mengumumkan bahwa Konferensi Internasional Kelima yang diselenggarakan yayasan tersebut mengenai tema persaudaraan dan keberanian, yang akan berlangsung bertepatan dengan Hari Orang Muda Sedunia di Seoul, akan menghadirkan satu sesi khusus mengenai perlindungan ciptaan.

"Keputusan untuk menyelenggarakan pameran ini di Taman Kepausan bukanlah suatu kebetulan," ujar Bruno. "Tempat ini, dengan sejarah dan panggilannya, semakin memperkuat pesan yang disampaikan oleh foto-foto ini dan mengembalikannya kepada kita sebagai ajakan untuk membangun komitmen nyata dan bersama."

Pamerannya
Pamerannya   (© Mauro Salvatori, The Prince Albert II of Monaco Foundation)
20 Jul 2026, 15:19