Cari

Logo PBB Logo PBB  (AFP or licensors)

Takhta Suci: Dukungan bagi negara-negara Afrika harus mengatasi hambatan struktural terhadap pembangunan

Misi Pengamat Tetap Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa dukungan bagi negara-negara Afrika harus mengatasi hambatan-hambatan struktural terhadap pembangunan, antara lain melalui peningkatan pembiayaan lunak, sistem perdagangan yang lebih adil, alih teknologi, serta pengurangan beban utang.

Oleh Isabella H. de Carvalho

Dukungan bagi negara-negara Afrika tidak boleh berhenti pada langkah-langkah jangka pendek, tetapi harus diarahkan pada pembangunan jangka panjang guna mengatasi akar penyebab kemiskinan. Demikian ditegaskan Misi Pengamat Tetap Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 8 Juli 2026.

"Penderitaan akibat kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, merupakan tantangan global yang paling besar," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kemiskinan dalam berbagai bentuknya terus merampas hak jutaan orang—terutama perempuan dan anak-anak—untuk memperoleh makanan yang layak, air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, serta pekerjaan yang bermartabat. Kemiskinan juga disebut sebagai "pelanggaran berat terhadap martabat manusia yang dianugerahkan Allah."

Pernyataan tersebut disampaikan dalam High-Level Political Forum (HLPF) 2026 di New York, pada sesi yang membahas percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di negara-negara paling kurang berkembang (LDCs), negara berkembang yang terkurung daratan (LLDCs), dan negara-negara berpendapatan menengah (MICs) di kawasan Afrika.

Mengatasi hambatan struktural terhadap pembangunan

Misi Pengamat Tetap Takhta Suci menegaskan bahwa, seiring semakin dekatnya tenggat Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan—rencana aksi PBB untuk menghapus kemiskinan, memajukan perdamaian, dan melindungi bumi—komunitas internasional harus mengambil langkah nyata untuk mengatasi berbagai hambatan yang menghalangi kemajuan pembangunan.

Karena itu, pernyataan tersebut menekankan bahwa diperlukan dukungan yang diperbarui dan diperkuat bagi negara-negara Afrika, negara LDCs, LLDCs, dan MICs.

Dukungan itu harus mampu mengatasi hambatan-hambatan struktural yang menghalangi pembangunan berkelanjutan, termasuk dengan memperluas akses terhadap pembiayaan lunak, mendorong sistem perdagangan yang lebih adil, memfasilitasi alih teknologi, serta mempercepat pengurangan utang yang bermakna.

Misi Pengamat Tetap Takhta Suci juga mengingatkan bahwa percepatan pembangunan harus mempertimbangkan kerentanan khas yang dihadapi setiap negara. Keterbatasan geografis, perubahan iklim, dan minimnya infrastruktur, menurut pernyataan tersebut, semakin memperlebar kesenjangan di banyak negara.

Peran penting keluarga

Selain itu, Misi Pengamat Tetap Takhta Suci menegaskan kembali "peran penting keluarga sebagai unit dasar masyarakat, 'kebaikan sosial yang utama', dan sumber ketahanan yang sangat penting."

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa kebijakan yang memperkuat keluarga akan membantu menghapus kemiskinan, mendorong stabilitas sosial, dan memajukan pembangunan manusia seutuhnya.

“Investasi dan dukungan terhadap kebijakan semacam itu, baik di tingkat nasional maupun internasional, sangat penting untuk menjamin kesejahteraan semua orang, menghapus kemiskinan, dan mewujudkan pembangunan manusia yang integral,” terus pesan itu.

09 Jul 2026, 14:52