Pastor Friedrich Bechina, OSR, Pastor Okusitino Ulupano, Uskup Agung Ryan Jimenez, dan Adjunct Professor Susan Pascoe bertemu Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri Evangelisasi di Roma Pastor Friedrich Bechina, OSR, Pastor Okusitino Ulupano, Uskup Agung Ryan Jimenez, dan Adjunct Professor Susan Pascoe bertemu Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri Evangelisasi di Roma  (© CEPAC )

Delegasi Para Uskup Pasifik Kunjungi Vatikan Perkuat Formasi Seminari

Delegasi Konferensi Para Uskup Pasifik yang dipimpin Presidennya, Uskup Agung Ryan Jimenez, menyampaikan rekomendasi kepada berbagai Dikasteri Vatikan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap Seminari Regional Pasifik sebagai bagian dari upaya memperkuat formasi imam di seluruh Oseania.

Oleh Deborah Castellano Lubov

Delegasi Konferensi Para Uskup Pasifik (CEPAC) melakukan kunjungan ke Vatikan pada 9–10 Juni 2026 untuk mempresentasikan hasil evaluasi menyeluruh terhadap Seminari Regional St. Peter Chanel di Suva, Fiji, sekaligus memperkuat kerja sama dengan Takhta Suci dalam pengembangan formasi calon imam di kawasan Oseania.

Delegasi tersebut dipimpin oleh Uskup Agung Ryan Jimenez dari Agaña, Guam, yang saat ini menjabat Presiden CEPAC. Turut mendampingi dalam kunjungan itu Ketua Tim Evaluasi Seminari Susan Pascoe, Romo Friedrich Bechina, OSR, dan Rektor Seminari Regional Pasifik, Romo Okusitino Ulup.

Seminari Regional bagi Gereja di Oseania

Seminari Regional St. Peter Chanel di Suva merupakan satu-satunya seminari regional yang melayani Gereja Katolik di kawasan Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.

Didirikan pada tahun 1970 dan mulai menerima seminaris pada 1972, lembaga ini telah memainkan peran penting dalam pembinaan imam-imam lokal yang melayani berbagai negara kepulauan di Samudra Pasifik.

Pada tahun 2025, CEPAC memulai evaluasi komprehensif terhadap seminari tersebut guna meninjau efektivitas sistem pembinaan yang ada dan merumuskan langkah-langkah pengembangan di masa depan.

Menumbuhkan Kehidupan Rohani Seminaris

Salah satu agenda utama kunjungan ke Roma adalah pertemuan dengan Dikasteri untuk Evangelisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Kardinal Luis Antonio Tagle menegaskan pentingnya menjaga standar tinggi dalam pendidikan calon imam tanpa mengabaikan realitas budaya dan sejarah lokal yang khas di kawasan Pasifik.

Menurut Kardinal Tagle, pembinaan rohani dan pendampingan personal harus menjadi inti dari proses formasi karena keduanya membantu membangun kehidupan batin seminaris dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin pastoral yang autentik.

Pertemuan itu juga membahas kemungkinan dukungan bagi seminari melalui Serikat Santo Petrus Rasul dan berbagai program misioner lainnya.

Formasi Imam sebagai Proses Seumur Hidup

Delegasi juga bertemu dengan para pejabat Dikasteri untuk Klerus, termasuk Monsinyur Simone Renna.

Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa formasi imam tidak berhenti pada saat tahbisan, melainkan merupakan perjalanan sepanjang hidup yang mencakup aspek manusiawi, rohani, intelektual, dan pastoral.

Perhatian khusus diberikan pada pembinaan para formator, integrasi budaya lokal dalam kehidupan seminari, serta pentingnya tata kelola yang jelas dan efektif.

Para pejabat Vatikan juga menyoroti nilai pendekatan sinodal dalam kehidupan seminari, termasuk praktik discernment dan keterlibatan yang lebih luas dalam proses pembentukan komunitas.

Mereka mendorong pengembangan program formasi lanjutan di Roma dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut, termasuk penyelenggaraan program pembinaan langsung di kawasan Pasifik.

Menatap Masa Depan Seminari Pasifik

Selama berada di Roma, Romo Okusitino Ulup juga mengadakan pertemuan dengan pihak Universitas Kepausan Urbaniana untuk menjajaki kemungkinan afiliasi resmi antara universitas tersebut dan Seminari Regional St. Peter Chanel.

Para pejabat Vatikan mengakui kontribusi besar seminari tersebut bagi kehidupan Gereja di Oseania dan mendorong pengembangannya agar mampu menjawab tantangan pastoral serta sosial yang terus berkembang.

Setelah menyelesaikan kunjungan mereka, Uskup Agung Ryan Jimenez dan para anggota delegasi akan kembali ke kawasan Pasifik untuk melanjutkan implementasi rekomendasi hasil evaluasi seminari.

Dengan dukungan dan dorongan dari Takhta Suci, mereka berharap dapat mempersiapkan generasi imam yang semakin matang, setia, dan mampu melayani Gereja di kawasan Pasifik secara efektif pada masa mendatang.

16 Jun 2026, 08:36