Cari

Konsistori Luar Biasa yang diselenggarakan di Aula Paulus VI pada 8 Januari 2026 Konsistori Luar Biasa yang diselenggarakan di Aula Paulus VI pada 8 Januari 2026  (@VATICAN MEDIA)

Konsistori: Fokus pada situasi global, Magnifica Humanitas, dan Sinode

Dalam surat kepada para kardinal yang akan mengikuti pertemuan bersama Paus Leo XIV pada akhir Juni, Kardinal Re menguraikan tema-tema empat sesi kerja yang akan berlangsung di Aula Paulus VI dan Aula Sinode.

Oleh Alessandro Di Bussolo

Refleksi mengenai situasi internasional dan kehidupan Gereja-Gereja lokal, pembahasan tema-tema utama dalam ensiklik Magnifica Humanitas, serta perkembangan pelaksanaan Sinode akan menjadi fokus utama Konsistori yang dipanggil oleh Paus Leo XIV pada tanggal 26, 27, dan 29 Juni.

Tema-tema pertemuan tersebut dijelaskan oleh Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Dewan Kardinal, dalam surat yang dikirimkan pada 3 Juni kepada seluruh kardinal peserta. Dalam surat itu, Kardinal Re menjelaskan bahwa Paus menghendaki agar pertemuan tersebut, sebagaimana yang telah diselenggarakan pada 7–8 Januari tahun ini, menjadi “ruang untuk saling mendengarkan, melakukan discernment, dan berbagi refleksi mengenai berbagai persoalan yang sangat penting bagi kehidupan dan misi Gereja saat ini.”

Kardinal Re mengingatkan bahwa Paus Leo memandang Konsistori sebagai kesempatan untuk “menghimpun pengalaman dan nasihat para anggota Dewan Kardinal” sekaligus mengandalkan “bantuan aktif dan dukungan masing-masing dalam berbagai tempat dan tanggung jawab pelayanan mereka bagi Gereja.” Oleh karena itu, tulisnya, diskusi harus berlangsung dalam “semangat mendengarkan, kebebasan, dan parrhesia (keberanian berbicara dengan terus terang),” sehingga mendorong proses discernment bersama.

Sesi pertama akan berfokus pada situasi internasional dan realitas Gereja-Gereja lokal. Para kardinal akan diajak untuk berbagi tentang penderitaan, ketegangan, dan tantangan yang memengaruhi masyarakat serta komunitas Gereja yang dipercayakan kepada mereka. Selain itu, mereka juga akan menyampaikan tanda-tanda harapan, kesetiaan kepada Injil, dan peluang rekonsiliasi yang menurut mereka perlu menjadi perhatian Dewan Kardinal.

Magnifica Humanitas

Sesi kedua dan ketiga akan didedikasikan untuk membahas ensiklik Paus Leo XIV, Magnifica Humanitas, yang diterbitkan pada 25 Mei.

Sesi kedua akan mengkaji Bab Kelima yang berjudul “Budaya Kekuasaan dan Peradaban Kasih.” Kardinal Re mengingatkan bahwa dalam paragraf 182 ensiklik tersebut, Paus menulis bahwa di dunia yang ditandai oleh “polarisasi, kekerasan, dan konflik yang semakin meningkat,” perdamaian “bukanlah sekadar satu isu di antara banyak isu lainnya, melainkan syarat bagi terwujudnya kesejahteraan umum universal dan ukuran kematangan moral bangsa-bangsa.”

Dunia yang Terluka oleh Perang

Para kardinal dari wilayah yang terdampak perang akan diminta berbagi bagaimana konflik secara langsung dan menyakitkan telah membentuk pengalaman pastoral mereka. Sementara itu, para kardinal lainnya akan diajak merefleksikan kembali munculnya “bahasa, logika, dan praktik-praktik” yang merusak rekonsiliasi dan hidup berdampingan secara damai.

Diskusi juga akan membahas bagaimana Gereja saat ini dapat kembali menegaskan “penolakan terhadap teori ‘perang yang adil’, yang terlalu sering digunakan untuk membenarkan setiap bentuk perang,” sebagaimana ditulis Paus Leo dalam paragraf 192 ensiklik tersebut. Selain itu, akan dibahas pula langkah-langkah konkret yang dapat membantu bangsa-bangsa dan komunitas Kristen menjaga serta membangun perdamaian.

Sesi ketiga akan mengangkat tema “membangun dalam kebaikan”, sebuah perspektif yang menjadi bingkai baik bagi pengantar maupun penutup Magnifica Humanitas. Para peserta akan mendalami ajakan ensiklik tersebut untuk menafsirkan berbagai perubahan zaman dalam terang Injil dan mengarahkan pencarian manusia akan kebahagiaan serta pemenuhan hidup menuju pembangunan manusia seutuhnya.

Pelaksanaan Sinode

Bagian pertama dari sesi terakhir akan memberikan pembaruan kepada para kardinal mengenai pelaksanaan Sinode, khususnya terkait dokumen terbaru Menuju Sidang-Sidang Sinodal 2027–2028: Tahapan, Kriteria, dan Instrumen Persiapan.

Bagian kedua akan dikhususkan untuk dialog terbuka antara para kardinal dan Paus, dengan setiap intervensi dibatasi selama tiga menit.

Kardinal Re juga menjelaskan bahwa sesi Konsistori pada tanggal 26 dan 27 Juni akan berlangsung di Aula Paulus VI dan Aula Sinode. Pertemuan akan ditutup pada 29 Juni di Basilika Santo Petrus, ketika Paus Leo XIV memimpin Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus, memberkati pallium, dan mengenakannya kepada para uskup agung metropolitan yang baru.

Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, tidak akan ada perayaan Ekaristi konselebrasi pada 28 Juni.

04 Jun 2026, 17:20