Kardinal Koovakad ke Azerbaijan, Perkuat Dialog Antaragama dan Kerja Sama Perdamaian
Oleh Edoardo Giribaldi
Dua simbol yang identik dengan Azerbaijan menjadi gambaran semangat hubungan negara itu dengan Takhta Suci. Yang pertama adalah “api”, istilah yang secara tradisional dikaitkan dengan identitas bangsa Azerbaijan. Yang kedua adalah “angin”, unsur yang menjadikan ibu kota Baku dikenal luas. Kedua simbol tersebut, yang melambangkan cinta dan harmoni, menjadi dasar komitmen bersama yang kembali ditegaskan melalui kunjungan Kardinal George Jacob Koovakad.
Hubungan Azerbaijan dan Takhta Suci
Pada sore hari, 18 Juni, Kardinal Koovakad menyampaikan pidato di kediaman Syekh ul-Islam Kaukasus, Allahshukur Pashazade, di Baku. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat yang diterimanya serta persahabatan yang telah lama terjalin antara Takhta Suci dan komunitas-komunitas agama di Azerbaijan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Prefek Apostolik Azerbaijan, Uskup Vladimír Fekete, Duta Besar Azerbaijan untuk Takhta Suci Ilgar Mukhtarov, serta perwakilan komunitas Kristen dan Yahudi setempat.
Kardinal Koovakad mengenang kunjungan bersejarah Paus Santo Yohanes Paulus II ke Azerbaijan pada tahun 2002 dan kunjungan Paus Fransiskus pada tahun 2016. Menurutnya, kedua kunjungan tersebut, bersama berbagai pertemuan dan inisiatif lainnya, telah semakin mempererat hubungan antara kedua pihak.
Umat Kristen dan Muslim Berjalan Bersama
Mengacu pada ajaran Konsili Vatikan II melalui deklarasi Nostra Aetate mengenai hubungan Gereja dengan agama-agama non-Kristiani, Kardinal Koovakad menegaskan bahwa umat Kristen dan Muslim telah berupaya berjalan bersama dalam pelayanan bagi perdamaian.
“Umat Kristen dan Muslim telah berusaha berjalan bersama demi perdamaian, dengan menyadari bahwa kita menyembah Allah yang satu, Pencipta langit dan bumi,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, ia menyoroti perjanjian bilateral yang ditandatangani pada tahun 2011 serta nota kesepahaman tentang kerja sama keagamaan yang ditandatangani tahun lalu. Menurutnya, kedua dokumen itu menjadi bukti keyakinan bersama bahwa dialog bukan sekadar pertukaran gagasan, melainkan perjalanan menuju pemahaman yang lebih mendalam, kepercayaan, dan kerja sama yang semakin erat.
Komitmen untuk Masa Depan
Kardinal Koovakad menegaskan bahwa berbagai pencapaian yang telah diraih harus menjadi dorongan untuk terus membangun apa yang disebut sebagai “peradaban kasih”, sebuah cita-cita yang kembali ditegaskan Paus Leo XIV dalam ensiklik Magnifica Humanitas.
Dalam semangat tersebut, ia mengajak semua pihak untuk meneguhkan lima komitmen penting yang ditegaskan dalam dokumen tersebut, yakni melucuti kata-kata yang menebarkan permusuhan dan perpecahan, membangun perdamaian yang berlandaskan keadilan dengan membela martabat setiap pribadi, mengadopsi perspektif para korban dan mendengarkan jeritan mereka yang menderita, memperbarui dialog antaragama, antarbudaya, dan antarbangsa, serta memperkuat diplomasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi tantangan dunia modern.
Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut bukan sekadar cita-cita luhur, melainkan tanggung jawab mendesak yang harus diwujudkan bersama.
Bertemu Presiden Ilham Aliyev
Dalam rangkaian kunjungannya, Kardinal Koovakad juga bertemu dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, pada Selasa, 16 Juni.
Menurut keterangan kantor berita negara Azertag, Kardinal Koovakad menyampaikan salam dari Paus Leo XIV dan Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan.
Pertemuan tersebut menyoroti peran Gereja Katolik di Azerbaijan, termasuk pembangunan gereja kedua yang saat ini sedang berlangsung di negara tersebut.
Kedua pihak juga membahas pentingnya toleransi dan multikulturalisme dalam memajukan perdamaian serta dialog antaragama. Selain itu, dibicarakan pula kerja sama antara Takhta Suci dan Yayasan Heydar Aliyev, yang didirikan untuk mengenang ayah Presiden Ilham Aliyev. Kerja sama tersebut mencakup berbagai proyek pelestarian warisan budaya dan promosi dialog antaragama.
Kunjungan Kardinal Koovakad menjadi penegasan kembali komitmen bersama antara Takhta Suci dan Azerbaijan untuk terus memperkuat kerja sama lintas agama dan budaya demi menciptakan kehidupan bersama yang damai dan harmonis.