Cari

2026.06.27 Concistoro Straordinario - IV Sessione

Kardinal Grech: Sinode adalah Tanda Mendengarkan dengan Lembut

Sekretaris Jenderal Sinode Kardinal Mario Grech mengajak para peserta untuk memandang fase implementasi Sinode sebagai proses mengintegrasikan berbagai wawasan yang telah diperoleh ke dalam kehidupan komunitas-komunitas Gereja. Demikian disampaikan Kardinal Mario saat memberi sambutan dalam sesi keempat Konsistori Luar Biasa.

Oleh Edoardo Giribaldi

Keagungan mendengarkan terletak dalam kesederhanaannya—dalam kerendahan hati dialog, yang menjadi kontras dengan geopolitik yang sudah terbiasa, bahkan nyaris pasrah, terhadap perang dan tekanan ekonomi.

Inilah pelajaran yang telah diberikan dan terus diberikan oleh Sinode kepada Gereja. Kini Gereja memasuki fase implementasi yang bukan sekadar bertujuan menerapkan keputusan-keputusan yang telah diambil, melainkan memungkinkan berbagai wawasan yang diperoleh sepanjang perjalanan untuk bertumbuh dan matang dalam kehidupan komunitas-komunitas Gereja. Komunitas-komunitas tersebut pada gilirannya dipanggil untuk melangkah lebih jauh dengan memperluas dialog dan menjalin keterlibatan dengan Gereja-Gereja di seluruh dunia.

Refleksi ini disampaikan Kardinal Mario Grech, Sekretaris Jenderal Sinode, dalam pengantar sesi keempat Konsistori Luar Biasa yang berlangsung pada sore hari, 27 Juni.

Harapan terhadap Sinode

Dalam pidatonya, kardinal asal Malta itu mengingatkan bahwa ketika Sinode tentang Sinodalitas dimulai pada tahun 2021, “sedikit orang yang membayangkan luasnya keterlibatan yang akan dihasilkannya.”

Berbagai realitas dalam Gereja ikut ambil bagian, dalam beberapa kasus bahkan untuk pertama kalinya, dalam “momen-momen mendengarkan dan discernment gerejawi.” Mereka menempuh berbagai jalan, mengalami kelelahan dan hambatan, tetapi secara umum mengakui adanya keinginan yang sama untuk “berjalan bersama, menghargai karunia dan tanggung jawab setiap orang.”

Fase Implementasi

Kardinal Grech melanjutkan bahwa pengalaman sinodal memperoleh dukungan yang sangat besar melalui metode percakapan dalam Roh (conversation in the Spirit).

Kesadaran ini berkembang karena metode tersebut membantu memahami “perbedaan mendasar antara percakapan spiritual yang bertema tertentu dan percakapan dalam Roh, yakni percakapan yang berlangsung dalam saling berbicara dan saling memberi dari Tuhan yang Bangkit di tengah kita sebagai karya Roh Kudus.”

Fase implementasi yang kini sedang berlangsung akan memungkinkan Gereja-Gereja saling bertukar karunia dan pengalaman, sehingga memperluas “rasa memiliki terhadap satu Umat Allah.”

Namun, proses ini tidak berlangsung secara instan. Setiap budaya menerima dan menafsirkan wawasan yang muncul sesuai dengan waktu dan caranya masing-masing—baik dalam budaya, lembaga, praktik pastoral, maupun relasi gerejawi.

Memperluas Dialog

Untuk mendampingi proses tersebut, Sekretariat Jenderal Sinode telah menyusun sebuah jalur yang akan mengarah pada Sidang Gerejawi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2028.

Tujuannya adalah secara bertahap menerjemahkan berbagai wawasan yang berkembang selama perjalanan sinodal ke dalam kehidupan komunitas-komunitas Gereja, sekaligus mendorong pertukaran yang semakin intensif antara berbagai realitas yang secara geografis maupun budaya berjauhan.

Dalam proses ini, tegas Kardinal Grech, pelayanan uskup tetap memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong partisipasi seluruh Umat Allah.

Bersama para uskup, turut terlibat tim-tim sinodal, badan-badan partisipatif, para pelayan tertahbis, kaum religius pria dan wanita, asosiasi, gerakan, lembaga pendidikan, keluarga, kaum muda, dan komunitas-komunitas lokal.

Empat Kata Kerja dalam Perjalanan Sinodal

Proses implementasi ini disusun dalam beberapa tahap yang ditandai oleh empat kata kerja utama.

Pertama, “mengingat”, yakni membantu komunitas-komunitas Gereja menghidupi “dinamika pertukaran antar-Gereja yang memupuk persekutuan dan mendukung misi,” bukan dengan mengulangi fase mendengarkan awal, melainkan dengan “menyambut” apa yang telah muncul sebelumnya.

Kedua, “menafsirkan”, agar berbagai dinamika dan ketegangan yang dialami bersama dapat dibaca dan dipahami dengan baik.

Ketiga, “mengarahkan”, yaitu membuka Gereja pada perspektif-perspektif baru.

Dan akhirnya, “merayakan”, dengan membawa seluruh perjalanan yang telah ditempuh kembali kepada tujuan akhirnya, yakni persatuan.

Hubungan antara Sinode dan Konsistori

Menurut Kardinal Grech, titik pertemuan antara pengalaman Konsistori dan perjalanan sinodal terletak pada kenyataan bahwa pertemuan para kardinal tidak berlangsung “di luar spiritualitas gerejawi yang telah matang dan bersifat sinodal secara luas.”

Kehadiran Roh Kudus yang sama memperlihatkan “dua dimensi operasional dari persekutuan yang sama.” Di satu sisi terdapat Konsistori yang dipanggil menjadi “memori hidup dari persekutuan kolegial yang diberikan Sang Guru kepada para murid pertama-Nya sebagai gaya relasional dalam tata kelola Gereja.”

Di sisi lain terdapat sidang-sidang sinodal yang menjadi “memori hidup dari persekutuan persaudaraan dan teologis yang menghidupkan setiap Gereja lokal dan membuatnya ambil bagian secara sakramental dalam anugerah keselamatan,” yang kini dipanggil kepada discernment dan kesaksian yang diperbarui.

Mendengarkan dan Berdiskresi Bersama

Pada bagian akhir pidatonya, Kardinal Grech berbicara langsung kepada sesama kardinal.

Sebagian dari mereka memimpin Gereja-Gereja lokal yang kini menjalani fase implementasi ini, sementara yang lain melayani Gereja universal melalui berbagai Dikasteri Kuria Roma.

Namun semuanya berbagi “tanggung jawab yang sama untuk menjaga persekutuan Gereja dan mendukung misi Gereja.”

Karena itu, kontribusi Dewan Kardinal terhadap fase implementasi Sinode akan menjadi “sangat penting.”

Di tengah dunia yang ditandai oleh transformasi mendalam dan tantangan yang semakin kompleks, sinodalitas tampil sebagai sebuah “sumber daya misioner” yang mampu membantu komunitas Gereja mendengarkan berbagai pertanyaan umat manusia serta bersama-sama melakukan discernment mengenai langkah-langkah yang harus diambil.

27 Jun 2026, 19:55