Cari

Foto arsip Paus Benediktus XVI saat Audiensi Umum di Vatikan pada 7 Maret 2012. Foto arsip Paus Benediktus XVI saat Audiensi Umum di Vatikan pada 7 Maret 2012. 

Kumpulan Homili Paus Benediktus XVI yang belum pernah diterbitkan kini tersedia dalam Bahasa Inggris

Penerbit Vatikan (Libreria Editrice Vaticana/LEV) telah menerbitkan edisi bahasa Inggris buku The Lord Holds Us by the Hand (Tuhan Memegang Tangan Kita), yang menghimpun homili-homili Paus Benediktus XVI. Homili tersebut disampaikan dalam Misa-misa pribadi selama masa kepausan maupun setelah pengunduran dirinya.

Vatican News

Edisi baru berbahasa Inggris dari The Lord Holds Us by the Hand  (Tuhan Memegang Tangan Kita) menawarkan kepada para pembaca kumpulan homili  Paus Benedikitus XVIyang belum pernah dipublikasikan, sehingga mereka dapat kembali mendengarkan suara Joseph Ratzinger sebagai pewarta, teolog, dan imam.

Buku ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Italia oleh Penerbit Vatikan dengan judul ” Il Signore ci tiene per mano.” Merupakan kumpulan homili yang disampaikan antara tahun 2005 hingga 2017 selama masa liturgi Adven, Prapaskah, dan Paskah.

Disunting oleh Riccardo Bollati, Luca Caruso, dan Pastor Federico Lombardi, SJ, buku ini juta memuat kata pengantar dari  Uskup Agung Georg Gänswein, mantan sekretaris pribadi Paus Benediktus XVI, serta pengantar dari Pastor Lombardi yang kini menjabat sebagai Presiden Yayasan Joseph Ratzinger–Benediktus XVI Vatikan.

Misa Privat, Kesaksian untuk Publik

Homili-homili tersebut disampaikan dalam Misa-Misa "privat" yang dirayakan Benediktus XVI bersama anggota Rumah Tangga Kepausan dan sejumlah tamu undangan, baik ketika masih menjabat sebagai Paus maupun setelah menyandang status Paus Emeritus.

Sebagian homili disampaikan di kapel Istana Apostolik, sementara yang lain diberikan di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan, tempat Benediktus XVI tinggal setelah mengundurkan diri dari Takhta Petrus.

Meski disampaikan dalam suasana yang bersifat pribadi, teks-teks tersebut membuka jendela yang memperlihatkan kedalaman sekaligus kesederhanaan pewartaan Benediktus XVI.

Homili-homili itu menunjukkan kemampuannya membaca Kitab Suci dengan cara yang selalu baru, serta menimba darinya terang bagi iman, doa, dan kehidupan Kristiani sehari-hari.

Kristus sebagai Pusat

Halaman-halaman buku ini juga menunjukkan bagaimana Joseph Ratzinger selalu menempatkan di pusat imannya bukan gagasan yang abstrak atau penalaran yang kering, melainkan relasi pribadi dengan Kristus.

Dalam berbagai homili tersebut, Paus Benediktus XVI berulang kali kembali pada misteri Tuhan yang mendampingi umat-Nya, menopang mereka, dan menggenggam tangan mereka.

Judul buku itu sendiri mengungkapkan intuisi utama tersebut: kehidupan Kristiani bukanlah perjalanan yang dijalani sendirian, melainkan sebuah peziarahan yang dibimbing oleh kehadiran dan belas kasih Allah.

Kumpulan homili ini juga memperlihatkan kesinambungan antara karya teologis Benediktus dan pelayanannya sebagai gembala Gereja. Refleksi-refleksinya ditandai oleh kejernihan pemikiran, kedalaman spiritual, dan fokus yang kuat pada Kristus, karakteristik yang mewarnai seluruh masa kepausannya.

Bagian dari Proyek yang Lebih Besar

The Lord Holds Us by the Hand merupakan volume pertama yang memuat homili-homili Paus Benediktus XVI yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Volume kedua yang akan berisi homili-homili Masa Biasa dalam kalender liturgi direncanakan akan diterbitkan kemudian.

Edisi bahasa Italia buku ini diperkenalkan tanggal 17 Mei  lalu dalam ajang Turin International Book Fair melalui sebuah pertemuan bertajuk “Benedict XVI: Christ is a Future! The Unpublished Homilies” (Kristus adalah Masa Depan! Kumpulan Homili yang Belum Pernah Diterbitkan).” Acara tersebut menghadirkan Pastor Lombardi dan penyanyi-penulis lagu Italia Giovanni Lindo Ferretti, dengan moderator Andrea Tornielli, Direktur Editorial Dikasteri untuk Komunikasi.

Dengan diterbitkannya edisi bahasa Inggris ini, teks-teks yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan kini dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. Buku tersebut menawarkan kesempatan baru untuk berjumpa kembali dengan pewartaan Paus Benediktus XVI sekaligus dengan ajakannya yang terus-menerus sepanjang hidupnya: menempatkan Kristus sebagai pusat iman dan sejarah.

24 Jun 2026, 12:26