Biarawan-biarawan Orde Salesians yang dikenal ketika masa muda Paus Yohanes Paulus II akan beatifikasi di Polandia
Oleh Pastor Łukasz Bankowski – Vatican
Kesembilan martir Salesian itu aktif dalam kegiatan pastoral dan pendidikan. Ketika Perang Dunia II pecah, mereka ditangkap semata-mata karena mereka imam Katolik. Mereka sama sekali tidak ambil bagian dalam kegiatan politik atau militer, namun rejim Nazi tetap menganggap tarekat mereka sebagai ancaman.
Di kamp kamp konsentrasi, orang-orang yang akan terberkati di masa depan ini, tetap setia dengan panggilan mereka. Meskipun kelaparan, dihina, dan disiksa, mereka tetap mendukung sesama tahanan, dan menjadi saksi iman mereka. Kemartiran mereka diakui oleh Gereja sebagai kematian dalam odium fidei- kematian karena kebencian pada iman mereka.
“Beatifikasi ini adalah pengakuan umum atas kesetiaan mereka kepada Tuhan, yang terbukti lebih kuat dari kekerasan, ketakutan dan kematian. Dalam menghadapi kebencian totalitarian, mereka tetap setia kepada Kristus, Gereja, dan panggilan Salesian mereka sampai titik terakhir,” panitia perayaan ini menekankan.
Tempat yang terkait dekat dengan Yohanes Paulus II
Upacara beatifikasi akan diselenggarakan di tempat Peziarahan Santo Yohanes Paulus II di Krakow. Pemilihan tempat ini mengandung unsur penting sejarah dan spiritualitas.
Karol Wojtyla muda, yang tinggal di daerah Krakow Debniki selama perang menyaksikan penangkapan kesembilan biarawan Salesian itu. Jerman kemudian mendeportasikan mereka ke kamp konsentrasi Dachau, dan pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam untuk paus masa depan itu. Peristiwa itu menjadi salah satu peristiwa yang mempengaruhi kedewasaan panggilan imamatnya.
“Saya sungguh percaya bahwa panggilan Santo Yphanes Paulus II terlahir dari kemartiran mereka,” kata Kardinal Grzegorz Ryś, Uskup Agung Kraków.
Kardinal itu mengenang, bagaimana Wojtyła muda mengalami dari tangan pertama apa arti tidak adanya para imam dan bagaimana besarnya kehilangan itu untuk umat Gereja yang terpisahkan dari gembala mereka.
Doa untuk panggilan panggilan baru
Kardinal Ryś berharap bahwa beatifikasi ini tidak hanya menjadi hanya pengingat akan pahlawan iman tetapi juga doa untuk panggilan imam dan membiara.
“Semoga itu menjadi doa besar kita untuk panggilan imam dan membiara, kita sedang sangat membutuhkannya saat ini. Akan menjadi hebat untuk mengetahui kesaksikan para martir ini menjadi undangan bagi orang-orang untuk mengikuti jejak langkah mereka,” Rys menekankan.
Pastor Jan Świerc, Pastor Ignacy Antonowicz, Pastor Karol Golda, Pastor Włodzimierz Szembek, Pastor Franciszek Harazim, Pastor Ludwik Mroczek, Pastor Ignacy Dobiasz, Pastor Kazimierz Wojciechowski, dan Pastor Franciszek Miśka menderita kemartiran di kamp kamp konsentasi Nazi Jerman di Auschwitz dan Dachau di antara tahun1941-1942.
Paus Leo XIV telah menandatangani dekrit mengakui kemartiran mereka tanggal 25 OKtober 2025.
Beatifikasi kesembilan Salesian ini tidak hanya akan menghormati para martir selama Perang Dunia II, tetapi juga akan mengingatkan para umat beriman bahwa iman dan kesetiaan kepada panggilan akan tetap menjadi sumber harapan bagi bagi generasi generasi Katolik berikutnya.