Paus Leo: San Marino Memberi Dunia Teladan “Kepedulian terhadap Pribadi Manusia”

Paus Leo XIV memulai kunjungan pastoralnya ke San Marino dengan bertemu para otoritas sipil dan memuji republik tertua di dunia itu karena memberikan teladan politik yang baik yang diarahkan pada kepedulian terhadap pribadi manusia.

Oleh Devin Watkins

Paus Leo XIV melakukan perjalanan ke Republik San Marino pada Sabtu, 22 Agustus, untuk kunjungan pastoral selama setengah hari, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kota Rimini, Italia, pada sore hari.

Ia pertama-tama bertemu dengan para otoritas sipil San Marino di Istana Publik dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Kapten Wali, dua Kepala Negara yang memerintah bersama, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1243.

Dalam sambutannya, Paus Leo menyatakan sukacitanya dapat mengunjungi republik tertua di dunia, dengan mengikuti jejak Paus Santo Yohanes Paulus II yang berkunjung pada tahun 1982 dan Paus Benediktus XVI pada tahun 2011.

Dikenal sebagai “Republik Paling Tenang”, San Marino tetap berakar pada motonya, “Libertas” atau “Kebebasan”, yang menurut Paus merangkum sejarah dan cita-citanya untuk masa depan.

“Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa tidak mungkin ada kebebasan sipil yang sejati tanpa kebebasan pribadi—yakni tanpa penghormatan dan pengembangan martabat pribadi manusia, yang mana kebebasan merupakan bagian yang hakiki,” katanya, seraya mencatat bahwa kebebasan ini “diberikan dan dijamin oleh Allah”.

Paus Leo mengatakan bahwa memajukan kebebasan berarti membela ruang hati nurani, sambil mengenangkan begitu banyak laki-laki dan perempuan yang telah memberikan hidup mereka dalam kemartiran.

Ia menunjuk Santo Thomas More, pelindung para negarawan dan politisi, serta banyak orang yang tetap setia kepada hati nurani mereka dan kepada kebebasan yang berasal dari kenyataan bahwa mereka adalah anak-anak Allah.

Kebebasan, katanya, mencapai kepenuhannya melalui “pemberian diri, persekutuan, perjumpaan, dan dialog”, dan mengalir dari Allah Tritunggal.

“Acuan teologis ini mungkin tampak berlebihan,” katanya, “tetapi saya percaya bahwa hal itu diperlukan saat ini, ketika kita menghadapi penyembahan berhala yang merusak sampai ke akar-akarnya proyek-proyek politik dan ekonomi yang disajikan atas nama kebebasan, tetapi yang pada kenyataannya diperbudak oleh berhala dan kekuasaan.”

Dengarkan laporan kami (Bahasa Inggris)

Paus Leo XIV menegaskan visi Kristiani tentang kebebasan dan persekutuan, yang menurutnya “berdiri atau runtuh bersama-sama”.

Ia mengenangkan para pendiri San Marino, Santo Marinus dan Santo Leo, yang kerja keras dan kecerdikan mereka tetap hidup dalam diri masyarakat Republik tersebut.

Kebebasan, tambah Paus, mencakup “komitmen yang tak tergoyahkan untuk berpartisipasi secara aktif dan konstruktif dalam membangun perdamaian”.

Ia mengatakan bahwa San Marino dan Takhta Suci memiliki keinginan bersama agar diplomasi dan multilateralisme dapat memajukan saling pengertian di antara bangsa-bangsa.

Paus Leo XIV kemudian mengundang Republik San Marino untuk menjadi sebuah “laboratorium politik yang baik”, dengan mengacu pada prinsip-prinsip ajaran sosial Katolik, khususnya pencarian kebaikan bersama, peruntukan universal harta benda, keselarasan antara subsidiaritas dan solidaritas, serta keadilan sosial.

Pada saat yang sama, ia mendorong San Marino untuk mengejar tujuan utama berupa “kepedulian terhadap pribadi manusia”, yang diwujudkan dalam perlindungan terhadap setiap kehidupan manusia, sejak pembuahan hingga kematian alami.

“Kepedulian terhadap sesama ini telah menjadi ciri khas sejarah San Marino sejak awal mula keberadaannya,” katanya. “Sebagaimana telah dicatat, hal itu tampak dalam tradisi menyambut yang, sepanjang berabad-abad, tidak pernah gagal diberikan kepada mereka yang menderita atau menghadapi kesulitan.”

Paus secara khusus mengenang dukungan dan keramahtamahan yang diberikan kepada rakyat Ukraina serta komitmen San Marino terhadap hukum humaniter internasional pada saat hukum tersebut menghadapi ancaman yang semakin meningkat.

Sebagai penutup, Paus Leo XIV mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin sipil dan warga San Marino atas upaya mereka yang berani dan berpandangan jauh ke depan demi setiap pribadi, yang disebutnya sebagai buah dari tradisi Kristiani negara tersebut.

Video lengkap pertemuan Paus dengan Otoritas dan Masyarakat Sipil
22 Aug 2026, 10:30