Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri di pelabuhan Bende-Bende, di Maluku Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri di pelabuhan Bende-Bende, di Maluku  (AFP or licensors)

Paus menyerukan bantuan internasional bagi para korban Ebola di RD Kongo

Paus Leo XIV mendesak perhatian internasional bagi orang-orang yang terdampak wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo serta bagi para korban insiden pertambangan di Republik Afrika Tengah.

Oleh Devin Watkins

Saat mendoakan Angelus pada hari Minggu, Paus Leo XIV mengenang wabah virus Ebola yang masih berlangsung di Republik Demokratik Kongo.

“Dalam doa-doa saya, saya sering mengenang Republik Demokratik Kongo, khususnya karena penyebaran epidemi Ebola, yang sayangnya telah merenggut banyak nyawa,” katanya.

Paus menyerukan agar komunitas internasional memberikan tanggapan terhadap wabah tersebut.

“Saya mendorong adanya tanggapan dari komunitas internasional yang juga melibatkan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan, demi menyelamatkan banyak nyawa manusia,” kata Paus.

Sejauh ini, lebih dari 2.500 orang telah meninggal dunia dari 5.300 kasus terkonfirmasi Ebola jenis Bundibugyo, yang hingga kini belum memiliki pengobatan atau vaksin yang disetujui.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah tersebut sebagai epidemi pada Mei 2026 setelah kasus-kasus dilaporkan di RD Kongo dan Uganda.

Menteri Kesehatan RD Kongo mengatakan bahwa negaranya telah menerima lebih dari 16.000 dosis vaksin Ervebo, yang terbukti efektif terhadap jenis-jenis Ebola lainnya.

Upaya untuk menghentikan penyebaran virus tersebut terhambat oleh konflik bersenjata antara pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok bersenjata yang menguasai kota-kota utama tempat wabah tersebut terkonsentrasi.

Paus Leo XIV saat doa Angelus
Paus Leo XIV saat doa Angelus   (@Vatican Media)

Doa bagi para korban kecelakaan pertambangan di Republik Afrika Tengah

Secara terpisah, Paus Leo XIV mendoakan para korban kecelakaan pertambangan di Republik Afrika Tengah.

“Saya juga dekat dengan rakyat Republik Afrika Tengah, yang sedang berduka atas para korban akibat runtuhnya sebuah tambang di Zamboyé,” katanya. “Semoga Tuhan menerima mereka yang telah kehilangan nyawa dan menopang berbagai upaya untuk menjamin keselamatan dan legalitas di lokasi-lokasi pertambangan.”

Lebih dari 100 orang tewas pada 18 Agustus ketika tanah longsor menerjang sebuah tambang emas terbuka di Zamboye.

Pemerintah mengatakan bahwa lokasi tersebut sebenarnya telah ditutup sebelum insiden terjadi.

23 Aug 2026, 12:18