Cari

2026.08.17 Giochi del Mediterraneo 2026

Paus: Olahraga Dapat Menjadi “Nubuat Perdamaian” Menjelang Mediterranean Games

Menjelang keikutsertaan Athletica Vaticana dalam Mediterranean Games, Paus Leo XIV menyampaikan harapannya agar ajang yang digelar di Italia selatan itu dapat mengangkat olahraga sebagai “nubuat perdamaian dan persaudaraan.”

Oleh Devin Watkins

Empat atlet dari Athletica Vaticana akan ambil bagian dalam Mediterranean Games ke-20 yang akan berlangsung di Kota Taranto, Italia selatan, pada 21 Agustus hingga 3 September.

Sekitar 4.000 atlet dari 26 negara di Afrika, Asia, dan Eropa—negara-negara yang dipersatukan oleh Laut Mediterania—akan berkompetisi dalam 33 cabang olahraga.

Anggota asosiasi olahraga Takhta Suci yang akan berlaga dalam ajang tersebut adalah Fabrizio Peloni dan Tiziano Lucarelli di nomor ganda putra padel, Daniele Fontana di cabang anggar épée, serta Emiliano Morbidelli di cabang balap sepeda.

Menjelang penyelenggaraan ajang tersebut, Paus Leo XIV mengungkapkan harapannya agar Mediterranean Games 2026 dapat menjadi tanda nyata perdamaian dan perjumpaan bagi dunia.

“Pekan ini Mediterranean Games akan dimulai di Taranto,” katanya dalam sambutan Angelus pada Minggu. “Saya berharap ajang olahraga ini dapat menjadi nubuat perdamaian dan persaudaraan di antara bangsa-bangsa di kawasan ini dan di seluruh dunia.”

Paus Leo kerap menyampaikan bahwa olahraga mencapai makna terdalamnya ketika kompetisi berubah menjadi perjumpaan dan para atlet menyadari bahwa mereka adalah bagian dari keluarga manusia yang sama.

Pada hari pertama Mediterranean Games, Uskup Agung Taranto Ciro Miniero akan memimpin Misa di katedral kota tersebut, bersama Uskup Paul Tighe, Sekretaris Dikasteri untuk Kebudayaan dan Pendidikan, untuk menyambut Salib Para Atlet.

Menurut sebuah siaran pers, Salib tersebut akan tetap berada di katedral sepanjang penyelenggaraan Games sebagai titik rujukan spiritual, mendampingi para atlet sebagaimana telah dilakukan dalam berbagai ajang olahraga internasional sejak Olimpiade dan Paralimpiade London 2012.

Uskup Agung Miniero mengatakan bahwa olahraga memberikan kesempatan berharga bagi atlet profesional maupun amatir, termasuk anak-anak, untuk melihat melampaui perbedaan sosial dan mendorong persaudaraan.

“Di dunia yang menderita akibat perang dan darurat iklim,” katanya, “kita memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa perdamaian itu mungkin dan bahwa para atlet yang berasal dari ‘pihak-pihak yang berseberangan’ sebenarnya adalah perempuan dan laki-laki yang digerakkan oleh semangat persaudaraan yang tulus, melampaui tempat kelahiran maupun keyakinan mereka.”

Kardinal José Tolentino de Mendonça, Prefek Dikasteri untuk Kebudayaan dan Pendidikan, mengatakan bahwa kehadiran Athletica Vaticana merupakan sebuah gestur persaudaraan yang penting.

Ia menyebut Salib Para Atlet sebagai “pesan tanpa kata-kata” yang menegaskan bahwa setiap kehidupan, bahkan melalui keringat dan penderitaan, layak mendapatkan cinta dan penghormatan. 

Dengarkan laporan kami (Bahasa Inggris)
17 Aug 2026, 13:07