Paus Leo kepada Kaum Muda Peru: Jadilah 'garam dan terang' Kristus
Oleh Renato Martinez
"Jangan takut menjadi alat Allah untuk menyalakan kembali harapan di dalam begitu banyak hati yang sedang menderita."
Dengan kata-kata tersebut, Paus Leo XIV menyapa para peserta Hari Orang Muda Nasional Peru 2026 yang diselenggarakan di Chulucanas, wilayah Piura. Pertemuan ini bertujuan memperdalam relasi pribadi peserta dengan Yesus Kristus sekaligus membangun Gereja yang hidup dalam persekutuan, bersifat sinodal, dan bermisi.
Sebuah peristiwa yang memperbarui dan menguatkan kehidupan Gereja
Dalam pesan videonya, Bapa Suci menyampaikan terima kasih kepada lebih dari 4.000 peserta—termasuk kaum muda, para Uskup, imam, serta para biarawan dan biarawati dari seluruh Peru—yang selama beberapa bulan terakhir telah mempersiapkan diri dengan penuh antusias untuk mengikuti pertemuan ini.
"Saya mengucapkan terima kasih dengan sepenuh hati karena kalian telah menanggapi prakarsa ini," kata Paus, seraya menyebut pertemuan tersebut sebagai sebuah kesempatan yang "memperbarui dan menguatkan kehidupan Gereja."
Beranilah dan berilah kesaksian
Merenungkan tema Hari Orang Muda Nasional yang diselenggarakan oleh Komisi Episkopal untuk Kaum Muda dan Awam bersama Keuskupan Chulucanas, Paus mendorong kaum muda untuk memberi kesaksian bahwa hidup bersatu dalam Kristus adalah sesuatu yang mungkin, seraya mengingatkan motto pertemuan tersebut: "Beranilah, Kristus hidup."
"Kepastian akan kehadiran Tuhan yang hidup di tengah-tengah kita merupakan api batin yang mendorong kita untuk berani," ujar Paus Leo.
Ia juga mengajak kaum muda keluar dari "kenyamanan individualisme", menjadi bagian dari "komunitas saudara-saudari seiman", membangun "ikatan persahabatan yang sejati", serta memberi kesaksian bahwa "hidup bersatu dalam Kristus adalah mungkin."
Menjadi alat Allah untuk menyalakan kembali harapan
Paus Leo XIV selanjutnya mengundang kaum muda membuka hati mereka agar menerima anugerah yang hendak dicurahkan Tuhan selama hari-hari pertemuan tersebut.
"Jangan takut menjadi alat Allah untuk menyalakan kembali harapan di dalam begitu banyak hati yang sedang menderita," katanya.
Ia juga mengingatkan agar pengalaman pertemuan itu tidak berhenti pada diri mereka sendiri.
"Jangan biarkan semuanya hanya tersimpan dalam foto di telepon genggam atau video yang dibagikan di media sosial," ujarnya.
Sebaliknya, Paus mengajak mereka membagikan pengalaman itu melalui kesaksian hidup, seraya menegaskan bahwa banyak orang saat ini membutuhkan "kesaksian yang penuh sukacita dan menular dari seorang muda yang jatuh cinta kepada Kristus."
Jadilah garam dan terang Kristus di Peru
Sebelum memberikan Berkat Apostolik, Bapa Suci mempercayakan seluruh peserta Hari Orang Muda Nasional kepada perlindungan keibuan Bunda Maria, Bunda Evangelisasi.
"Semoga Bunda mendoakan kalian," doa Paus, "agar kalian menjadi 'garam dan terang' Kristus di tanah Peru yang terkasih ini. Semoga Allah memberkati kalian!"
