Cari

Seorang penyintas kapal feri yang karam di Danau Kariba berduka dalam upacara peringatan di Stadion Nyamhunga, Kariba. Seorang penyintas kapal feri yang karam di Danau Kariba berduka dalam upacara peringatan di Stadion Nyamhunga, Kariba.  (AFP or licensors)

Paus Leo Berduka atas Para Korban Bencana Feri di Zimbabwe

Paus Leo menyampaikan dukacita atas para korban bencana feri di Zimbabwe. Ia berdoa bagi mereka yang meninggal dunia, para pejabat sipil dan petugas penyelamat, serta semua pihak yang terdampak tragedi tersebut.

Oleh Vatican News

Paus Leo menyatakan dirinya “sangat sedih” setelah mengetahui kecelakaan feri di Danau Kariba, Zimbabwe, yang merenggut nyawa lebih dari 80 orang, termasuk banyak anak-anak.

Dalam telegram yang ditandatangani Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dan dikirimkan hari ini, 18 Agustus, Bapa Suci menyampaikan “belasungkawa yang tulus” kepada mereka yang berduka atas kehilangan orang-orang yang mereka kasihi.

Paus juga meyakinkan mereka bahwa ia mempercayakan jiwa mereka yang meninggal dunia “kepada kerahiman penuh kasih Allah Yang Mahakuasa.”

Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa, 11 Agustus, ketika kapal yang diduga membawa penumpang melebihi kapasitas itu terbalik saat menyeberang dari Kota Kariba menuju kamp nelayan Chalala.

Polisi Zimbabwe pada Selasa pagi mengatakan bahwa ditemukannya delapan jenazah tambahan membuat jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi menjadi 80 orang, termasuk 18 anak-anak.

Paus juga menyampaikan doanya bagi para pejabat sipil dan petugas tanggap darurat yang terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

“Bagi semua pihak yang terdampak,” demikian isi telegram tersebut, Paus Leo “memohon berkat ilahi berupa penghiburan, penyembuhan, dan kekuatan.”

Danau Kariba
Danau Kariba   (AFP or licensors)

Investigasi Terus Berlangsung

Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kondisi yang melatarbelakangi bencana tersebut.

Menurut sejumlah laporan pers, feri tersebut telah beroperasi selama 41 tahun, sementara penyeberangan danau berlangsung dalam kondisi angin kencang.

Kapal tersebut sedang menuju sejumlah komunitas pedesaan dan nelayan di bagian barat laut Zimbabwe, sebuah wilayah yang memiliki kondisi jalan yang buruk dan akses transportasi umum yang terbatas.

Setelah kecelakaan tersebut, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa menetapkan keadaan darurat nasional dan berjanji memberikan dukungan medis serta psikologis kepada keluarga-keluarga yang terdampak.

Para keluarga tersebut memberikan penghormatan terakhir kepada orang-orang yang mereka kasihi dalam upacara peringatan yang digelar di Stadion Kariba pada 13 Agustus.

Danau Kariba, salah satu waduk buatan terbesar di dunia, berbatasan dengan Zambia dan menjadi jalur transportasi penting bagi masyarakat pedesaan serta para nelayan di kawasan tersebut.

Danau itu terbentuk melalui pembangunan bendungan di Sungai Zambezi antara akhir 1950-an dan awal 1960-an dan membentang lebih dari 200 kilometer.

18 Aug 2026, 11:59