Cari

Paus di San Marino: Tanggapi Konflik dengan Mengikuti Injil

Saat bertemu dengan komunitas Katolik San Marino, Paus Leo XIV mengajak semua orang untuk “berjalan dengan keyakinan yang semakin besar di jalan Injil”, dengan mengikuti jejak Santo Marinus dan Santo Leo, para pendiri Republik tersebut.

Oleh Christopher Wells

Dalam kunjungannya ke San Marino pada 22 Agustus, Paus Leo XIV menyoroti warisan Santo Marinus dan Santo Leo, para pendiri Republik tersebut.

Sebagai kaum awam dan tukang batu—yang baru kemudian menerima pelayanan tahbisan—“mereka mengetahui bagaimana menerjemahkan pesan Injil ke dalam sebuah model komunitas dan politik yang baru, yang sangat ditandai oleh prinsip-prinsip Kristiani tentang kebebasan, saling menghormati, dan persekutuan.”

Paus kepada kaum muda: Bukalah hati kalian kepada yang tak terbatas

Bapa Suci memulai sambutannya kepada komunitas Gerejawi San Marino dengan mengajak kaum muda untuk membuka hati mereka kepada yang tak terbatas, alih-alih merasa puas dengan “jawaban-jawaban yang parsial dan segera”.

Menurutnya, hal ini dapat membawa mereka kepada perjumpaan dengan Allah, yang dapat membantu mereka meninggalkan jejak dalam sejarah.

Paus Leo kemudian mengajak semua yang hadir untuk dengan penuh semangat merangkul misi yang diberikan Allah kepada mereka dan memiliki keberanian untuk membuat pilihan-pilihan yang menuntut komitmen, seperti perkawinan, hidup bakti, pelayanan tahbisan, karier, atau keterlibatan dalam kehidupan politik dan sosial.

Ia meminta mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin agar mampu memberi kesaksian tentang “sebuah perdamaian yang berbicara kepada dunia”, yang merupakan moto perjalanan pastoralnya.

Mendidik anak-anak dalam nilai-nilai Kristiani

Setelah mengucapkan terima kasih kepada para imam, katekis, dan para pendidik lainnya atas karya mereka dalam mendukung para orang tua—yang, menurutnya, merupakan pendidik utama bagi anak-anak mereka—Paus mengatakan bahwa sebuah “pendekatan pastoral yang bijaksana” terhadap pendidikan melibatkan para orang tua sedemikian rupa sehingga iman mereka sendiri diperbarui dan mereka mengalami “sukacita” dalam meneruskan nilai-nilai Kristiani kepada anak-anak mereka.

Secara khusus, ia meminta mereka untuk menumbuhkan kehidupan baptis dan sakramental, serta “memelihara dengan sungguh-sungguh” liturgi sebagai pengalaman persatuan.

Dengarkan laporan kami (Bahasa Inggris)

Menanggapi konflik dengan mengikuti Injil dengan keyakinan yang lebih besar

Paus Leo menegaskan bahwa Yesus adalah jawaban definitif atas pertanyaan mengenai makna kehidupan, dan bahwa Injil merupakan “jalan menuju kebebasan” bagi semua laki-laki dan perempuan. Karena itu, Injil adalah anugerah yang dapat kita berikan kepada setiap orang yang kita jumpai.

Inilah pula alasan mengapa umat Kristiani mengamalkan kasih dalam segala bentuknya yang beragam, tetapi selalu diarahkan kepada “kebaikan tertinggi dan menyeluruh bagi orang-orang yang kepadanya kita memberikan dukungan”.

Dalam dunia yang ditandai oleh konflik, katanya, “tanggapan kita hanya dapat berupa berjalan dengan keyakinan yang semakin besar di jalan Injil”.

Paus Leo XIV mengakhiri sambutannya dengan sekali lagi mengingatkan pentingnya persekutuan untuk mengatasi individualisme dan “kedaerahan yang penuh kecurigaan dan memecah belah”, serta “menghidupkan kembali harapan kita akan persaudaraan dan perdamaian”.

Hal itu, katanya, merupakan bagian dari warisan Santo Marinus dan Santo Leo, sekaligus bagian dari “misi kita untuk terus, dengan ketekunan dan dedikasi, membangun di atas apa yang telah mereka mulai”.

Video lengkap pertemuan Paus dengan komunitas Gereja lokal
22 Aug 2026, 11:18