Cari

Misa di Rimini, Paus: Di Setiap Tingkat, Otoritas Adalah Pelayanan

Dalam Misa yang menutup kunjungan pastoral sehari ke San Marino dan Rimini, Paus Leo XIV mengingatkan umat beriman bahwa iman Santo Petrus merupakan dasar panggilan kita untuk melayani, dengan mengikuti jejak Yesus, Sang Mesias, yang menjadi manusia untuk melayani umat manusia.

Oleh Christopher Wells

Paus Leo XIV merayakan Misa untuk Hari Minggu Biasa ke-21 di kota pelabuhan Rimini, Italia, pada Sabtu malam, sekaligus mengakhiri kunjungan pastoral sehari yang dimulai di Republik San Marino dan mencakup pertemuan dengan para peserta “Pertemuan untuk Persahabatan Antarbangsa”.

Bapa Suci memulai homilinya dengan mengenangkan pengakuan iman Santo Petrus kepada Yesus sebagai Kristus, Sang Mesias, sebagaimana dikisahkan dalam Injil hari itu.

“Kita berada di sini,” kata Paus Leo, “karena kita percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Putra Bapa yang kekal, yang dikuduskan dan diutus ke dunia ‘untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang’.”

Dalam kata-kata Petrus, lanjutnya, “kita mengenali kebenaran yang memenuhi kita dengan sukacita dan harapan, dan kita menemukan jalan yang menuju kehidupan: jalan Allah yang menempatkan diri-Nya dalam pelayanan bagi umat manusia.”

Paus Leo memimpin Misa Kudus di Rimini
Paus Leo memimpin Misa Kudus di Rimini   (@Vatican Media)

Paus Leo menjelaskan bahwa demikianlah kita seharusnya memahami tindakan Yesus menyerahkan kunci-kunci Kerajaan, sebuah tindakan yang menunjukkan kepada kita bahwa di dalam Gereja, otoritas adalah pelayanan.

Bukan hanya para uskup dan imam, katanya, tetapi setiap orang yang telah dibaptis dipanggil untuk merangkul, mempersatukan kembali, menyambut, membebaskan, mengampuni, dan memerdekakan “siapa pun yang terbelenggu oleh dosa dan akibat-akibatnya.”

Berpaling pada bacaan Perjanjian Lama, yang mengisahkan seorang pengurus yang tidak adil dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Elyakim yang benar, Paus Leo menarik sebuah pelajaran: “segala sesuatu yang kita miliki dan siapa diri kita adalah anugerah Allah kepada kita, sehingga di tangan-Nya, kita dapat menjadi sarana keselamatan bagi satu sama lain dalam keadilan.”

Paus Leo kemudian menjelaskan “ketakterdugaan” rencana Allah bagi kita—sebagaimana diungkapkan Santo Paulus dalam Bacaan Kedua—seraya mengatakan bahwa rencana-rencana itu bukan sulit dipahami karena alasan di baliknya, melainkan karena “besarnya kasih-Nya yang melucuti segala pertahanan, yang melampaui segala kemampuan dan harapan kita.”

Kasih ilahi ini, yang kita dipanggil untuk teladani, tercermin dalam kejujuran, kemurahan hati, dan kebaikan masyarakat wilayah Romagna, kata Bapa Suci. Ia mendorong mereka untuk terus memastikan bahwa daerah tersebut menjadi tempat yang ramah, “bukan hanya karena penyegaran dan hiburannya, tetapi juga karena kehidupan spiritualnya.”

Sekitar 25.000 orang berkumpul di Pelabuhan Rimini untuk mengikuti Misa
Sekitar 25.000 orang berkumpul di Pelabuhan Rimini untuk mengikuti Misa   (@Vatican Media)

Dalam konteks masa liburan musim panas yang mulai berakhir, Paus Leo memperingatkan umat beriman agar tidak membiarkan masa istirahat membawa kepada “ketercerai-beraian dan kehancuran”, melainkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menemukan peristirahatan dalam perjumpaan sejati dengan Allah dan sesama manusia di kedalaman jiwa kita.

Ia mengatakan bahwa komunitas Kristiani dipanggil untuk menumbuhkan pengalaman ini, baik sebagai individu maupun lembaga, melalui keramahtamahan, permenungan, dan kesediaan “untuk membantu dan memberikan kasih”.

Hal ini tidak hanya berlaku dalam keterlibatan kita dengan mereka yang mencari istirahat dan penyegaran, tetapi juga dengan mereka yang “terluka dalam tubuh dan jiwa, yang mencari perlindungan, makanan, dan bantuan jauh dari tanah air mereka.”

Mengutip Uskup setempat, Paus Leo XIV mengundang umat beriman yang berkumpul dalam Misa Kudus untuk menghayati sikap doa, persatuan, mendengarkan, keberanian, kesederhanaan, dan rasa syukur, sebelum mengucapkan terima kasih atas sambutan mereka serta menyerahkan mereka kepada doa perantaraan Santa Perawan Maria dan para santo pelindung mereka.

22 Aug 2026, 19:08