Cari

Paus: Semoga Gereja di Amerika Serikat terus mewartakan Injil

Paus Leo XIV mengirimkan pesan video pada penutupan Ziarah Ekaristi Nasional di Amerika Serikat. Dalam pesannya, beliau mendorong seluruh peserta agar terus menjadikan Ekaristi sebagai sumber pembaruan dan persatuan.

Oleh Isabella H. de Carvalho

Semoga Ekaristi terus menjadi sumber pembaruan dan persatuan bagi Amerika Serikat serta memberikan kekuatan kepada Gereja di negara itu untuk mewartakan Injil dan terus melayani masyarakat. Demikian disampaikan Paus Leo XIV dalam pesan video yang dikirimkan pada penutupan Ziarah Ekaristi Nasional di Amerika Serikat.

Warisan Ekaristi yang dimiliki negara tersebut, kata Paus, "jauh dari terlupakan, harus terus menjadi sumber pembaruan dan persatuan." Pesan video itu dirilis pada 5 Juli 2026.

Melalui anugerah Ekaristi, lanjut Paus, Gereja di Amerika Serikat akan memperoleh kekuatan untuk melanjutkan karya amalnya bagi masyarakat luas, khususnya di bidang pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan sosial dasar, seraya tetap setia menjalankan misinya untuk mewartakan Injil.

Persatuan, pembaruan, dan penyembuhan:  Harapan yang dekat di hati Paus

Ziarah Ekaristi Nasional merupakan perjalanan rohani melintasi Amerika Serikat yang diisi dengan perayaan Misa, prosesi Ekaristi, dan berbagai kegiatan lainnya. Ziarah ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2024 sebagai bagian dari Prakarsa untuk Gerakan Pembaruan Ekaristi Nasional yang digagas Konferensi Waligereja Katolik Amerika Serikat (USCCB) untuk membangkitkan kembali devosi kepada Kristus dan Ekaristi.

Kegiatan tersebut kembali diadakan pada tahun 2025 dan berlanjut pada tahun 2026, bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

"Dalam perjalanan melintasi banyak dari tiga belas koloni pertama, kalian telah berdoa bagi persatuan, pembaruan, dan penyembuhan bagi bangsa ini di bawah tema  Satu Bangsa Di bawahg Tuhan Niat-niat itu juga sangat dekat di hati saya," kata Paus Leo XIV.

Beliau menegaskan bahwa ziarah yang "berpusat pada Tuhan" merupakan cara yang indah untuk merayakan hari jadi bangsa tersebut. Paus juga menyampaikan terima kasih kepada USCCB dan semua pihak yang telah menyelenggarakan ziarah itu.

"Sementara bangsa ini memperingati berdirinya tanah airnya di dunia, saya berharap pengalaman sebagai peziarah ini juga membantu kalian mengarahkan pandangan kepada tanah air surgawi, sekaligus mengingatkan bahwa Ekaristi adalah anugerah yang tak ternilai dan santapan rohani yang mutlak kita perlukan."

Warisan Ekaristi yang penting

Dalam pesannya, Paus Leo XIV mengingatkan kembali akan pentingnya warisan Ekaristi di negara asalnya. Menurut beliau, Amerika Serikat sebagai bangsa yang bersatu "di bawah Tuhan" sejak awal telah diwarnai oleh iman yang mengakui kedaulatan Allah, bahkan sebelum negara itu secara resmi berdiri.

Paus menjelaskan bahwa pada 8 September 1583, bertepatan dengan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, para penjelajah dan pemukim Spanyol merayakan Misa Syukur di Saint Augustine, Florida, sesaat setelah mereka tiba. Perayaan itu kemudian dilanjutkan dengan jamuan bersama suku Seloy setempat. Menariknya, Ziarah Ekaristi Nasional tahun ini dimulai dari lokasi bersejarah tersebut.

"Peristiwa bersejarah ini, bersama banyak peristiwa lainnya, menjadi kesaksian tentang kuatnya warisan Ekaristi di Amerika Serikat, meskipun sebagian besar belum banyak dikenal," ujar Paus. Karena itu, warisan tersebut harus terus menjadi sumber pembaruan dan persatuan bagi bangsa itu.

Teladan para kudus Amerika Serikat

Paus kemudian menegaskan bahwa warisan iman tersebut terus menghasilkan buah melalui kehidupan banyak orang kudus yang telah memberikan kesaksian Injil secara radikal sepanjang sejarah.

Di antaranya adalah para martir di New York dan Georgia, Santa Kateri Tekakwitha, Santa Elizabeth Ann Seton, Santa Katharine Drexel, Santo John Neumann, serta Venerabilis Fulton Sheen, yang dalam waktu dekat akan dibeatifikasi.

Paus juga menyebut Santa Frances Xavier Cabrini, biarawati Italia-Amerika yang menjadi pelindung rute ziarah tahun ini. Ia dikenal karena pengabdiannya memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani para imigran miskin, serta menjadi orang Amerika pertama yang dinyatakan sebagai orang kudus.

"Pelayanan kerasulan yang begitu luar biasa dari para pria dan wanita kudus ini tidak mungkin terlaksana tanpa kekuatan yang mereka peroleh setiap hari melalui saat-saat doa hening di hadapan tabernakel," tegas Paus.

Menumbuhkan kehidupan Ekaristi yang kuat

Paus Leo XIV menegaskan bahwa para peserta Ziarah Ekaristi Nasional sedang mengikuti jejak para tokoh kudus tersebut sekaligus melanjutkan warisan iman yang telah mereka tinggalkan.

"Sepanjang perjalanan ziarah, perayaan Misa, prosesi Ekaristi, dan adorasi Sakramen Mahakudus senantiasa menyertai langkah kalian. Semuanya itu telah memberikan kekuatan dan santapan rohani yang diperlukan untuk melanjutkan perjalanan," ujar Paus.

Beliau menekankan bahwa Tubuh dan Darah Kristus merupakan kehidupan Gereja di dunia sekaligus harta paling berharga yang dimilikinya.

Pada akhir pesannya, Paus Leo XIV berharap agar semua orang yang mengikuti Ziarah Ekaristi Nasional senantiasa menempatkan hidup mereka "di bawah penyelenggaraan kasih Allah" serta terus memupuk kehidupan Ekaristi yang kokoh di komunitas masing-masing.

Dengan demikian, Ekaristi tidak hanya menjadi pusat perayaan iman, tetapi juga sumber kekuatan yang terus memperbarui Gereja, mempersatukan umat beriman, serta mendorong mereka untuk menjadi saksi Kristus melalui pelayanan kasih kepada sesama.

05 Jul 2026, 17:37