Paus Leo : Saya Datang dengan Lapar akan Kasih yang Sejati

Selama acara “Makan Siang bersama Paus” di Borgo Laudato si’, Taman Kepausan Castel Gandolfo bersama sekitar 200 orang miskin dan rentan secara sosial, Paus Leo XIV mengatakan bahwa ia datang dengan “lapar akan keadilan” dan “lapar akan kasih yang sejati”, seraya mengajak semua orang membangun Gereja yang menghadirkan keadilan, perdamaian, dan kasih.

Oleh Deborah Castellano Lubov

Dengan kata-kata itu, Paus Leo XIV menyapa mereka yang hadir dalam acara khusus “Makan Siang bersama Paus” di Borgo Laudato si’ di Taman Kepausan Castel Gandolfo. Acara tersebut mempertemukan 200 orang, termasuk hampir 40 anak-anak, yang hidup dalam kondisi rentan dan didampingi oleh Keuskupan Roma serta berbagai organisasi amal yang terkait. Para tamu menghabiskan hari itu dengan menikmati keindahan dan spiritualitas inisiatif Borgo Laudato si’.

Program hari itu diawali dengan Misa yang dipimpin Kardinal Fabio Baggio, Direktur Jenderal Pusat Pendidikan Tinggi Laudato Si’, dan dikonselebresikan oleh Uskup Agung Luis Marín de San Martín, Almoner Paus dan Prefek Dikasteri Pelayanan Kasih. Para tamu juga mengikuti kunjungan berpemandu di kawasan Borgo tersebut.

Kasih Allah bagi semua orang

Dalam sambutannya, Bapa Suci berterima kasih kepada mereka yang hadir dan kembali menegaskan keinginan Gereja untuk mewujudkan kasih Allah kepada setiap pribadi.

“Sebagaimana Anda ketahui,” katanya, “salah satu gelar Paus adalah Pontifex—pembangun jembatan. Dan hari ini kita juga ingin membangun jembatan dengan Anda semua, dengan keluarga-keluarga Anda, dan dengan masyarakat tempat kita ingin hidup—sebuah masyarakat yang ditandai oleh keadilan, di mana penyebab kemiskinan dapat dihapuskan dan penyebab berbagai ketidakadilan yang masih ada di dunia kita dapat diatasi.”

“Inilah Gereja yang ingin kita bangun,” tambahnya.

Momen saat jamuan makan siang
Momen saat jamuan makan siang   (@Vatican Media)

Yesus hadir di tengah kita

Paus juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyiapkan jamuan makan siang dan pertemuan tersebut.

“Setiap kali kita berkumpul, setiap kali kita berbagi semangat perjumpaan di sekeliling meja yang sama—meja yang juga dihadiri Yesus di tengah kita,” kata Paus Leo, “kita sungguh sedang membangun dunia yang berbeda, dunia harapan, dunia yang menjadi terang di tengah dunia kita.”

Panggilan kita di dunia yang terpecah

Mengamati bahwa “terlalu sering dunia kita terpecah oleh kekerasan, kebencian, dan diskriminasi”, Paus Leo mendorong semua orang untuk membangun komunitas serta menghidupi solidaritas dan kepedulian timbal balik.

“Mari kita bekerja bersama dan selalu berusaha menjadi Gereja seperti ini: Gereja yang menghadirkan keadilan, perdamaian, dan kasih,” serunya.

Sebelum mengundang semua orang menikmati hidangan, Bapa Suci memanjatkan doa berkat bagi mereka yang hadir, keluarga-keluarga mereka, dan semua orang yang sedang menderita.

“Kiranya berkat-Mu,” doanya, “turun atas kami, ya Tuhan, atas masing-masing dari kami dan atas makanan yang akan kami santap ini berkat kemurahan hati begitu banyak dermawan. Berkatilah keluarga-keluarga kami. Berkatilah semua orang yang sedang mengalami kesulitan atau penderitaan.”

“Semoga mereka juga,” tutup Paus Leo, “menemukan perdamaian, pengampunan, dan rekonsiliasi. Dan berkatilah kami, ya Tuhan, serta anugerah-anugerah ini yang kami terima dari penyelenggaraan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.”

Momen bersama saat Jamuan makan siang
Momen bersama saat Jamuan makan siang   (@Vatican Media)
11 Jul 2026, 13:39