Paus Leo: Jangan Lupakan Mereka yang Menderita dan Meninggal Akibat Perang
Oleh Alessandro Di Bussolo
Dari pintu masuk Istana Apostolik di Castel Gandolfo, tempat beliau menjalani masa istirahat dengan hanya beberapa kegiatan publik dan doa Angelus setiap hari Minggu, Paus Leo XIV kembali mengarahkan perhatian dan keprihatinannya kepada berbagai konflik yang masih melanda dunia.
“Janganlah kita melupakan mereka yang menderita dan meninggal karena konflik-konflik ini, dan marilah kita memadukan doa-doa kita yang tak henti-henti dengan berbagai upaya tulus demi perdamaian.”
Korban Jiwa di Ukraina serta Serangan Terbaru di Iran dan Kuwait
Pada hari yang sama, kembali dilaporkan adanya korban jiwa dalam konflik di Ukraina. Ibu kota Kyiv menjadi sasaran serangan rudal besar-besaran Rusia yang dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Sementara itu, militer Ukraina mengklaim telah melaksanakan operasi terhadap sasaran-sasaran militer Rusia di Laut Hitam dan Laut Azov.
Pada saat yang sama, laporan mengenai serangan udara baru Amerika Serikat di Iran bagian selatan juga bermunculan, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan drone terhadap instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait.
Wilayah Kurdistan Irak juga turut terdampak perkembangan konflik tersebut.
Washington mengaitkan ofensif terbaru itu dengan serangan yang terjadi pada Jumat sebelumnya terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq al Salti di Yordania, yang menewaskan dua personel militer Amerika Serikat dan menyebabkan satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Salam bagi Warga Castel Gandolfo dan Para Peziarah
Paus Leo XIV kemudian kembali menyampaikan salam dan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga Castel Gandolfo serta menyambut dengan hangat para peziarah yang datang “dari berbagai penjuru dunia”.
Secara khusus beliau menyapa:
- Komunitas Cenacolo yang didirikan oleh Ibu Elvira dan berkumpul di Saluzzo untuk merayakan Feast of Life (Pesta Kehidupan);
- Gerakan Keluarga Baru (New Families Movement) dari Gerakan Focolare yang sedang mengikuti Sekolah Internasional mereka;
- Para mahasiswa Meksiko yang berpartisipasi dalam APRA Summer School;
- Kelompok Catholic Worldview Fellowship.
Berbicara dalam bahasa Inggris, Paus juga menyapa para anggota muda dewasa Regnum Christi yang sedang mengikuti kursus internasional bagi para formator, serta para peziarah dari Australia yang mengikuti The Lion Pilgrimage bersama Uskup Auksilier Sydney, Anthony Percy.
Mengakhiri pertemuan tersebut, Paus kembali mengajak seluruh umat untuk terus berdoa bagi mereka yang menjadi korban perang dan kekerasan di berbagai belahan dunia serta memperkuat komitmen bersama demi terwujudnya perdamaian.
